<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Comments for mapala.info</title>
	<atom:link href="http://mapala.info/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mapala.info</link>
	<description>Pusat Koordinasi Nasional Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia</description>
	<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 16:06:29 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Comment on Mimbar Terbuka by oi oi STIEIPA Banda Aceh</title>
		<link>http://mapala.info/mimbar-terbuka/comment-page-2/#comment-9980</link>
		<dc:creator>oi oi STIEIPA Banda Aceh</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 16:13:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=390#comment-9980</guid>
		<description>salam lestari ....
bwt kawan2 mapala seindonesia,,,,
maju terusssss.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam lestari &#8230;.<br />
bwt kawan2 mapala seindonesia,,,,<br />
maju terusssss&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Data Mapala by mpa pelita</title>
		<link>http://mapala.info/data-mapala/comment-page-2/#comment-9952</link>
		<dc:creator>mpa pelita</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2010 01:46:09 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=392#comment-9952</guid>
		<description>setuju saran dari PKD SULTENG</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>setuju saran dari PKD SULTENG</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Data Mapala by MAPALINDUP UNIVERSITAS RIAU</title>
		<link>http://mapala.info/data-mapala/comment-page-2/#comment-9908</link>
		<dc:creator>MAPALINDUP UNIVERSITAS RIAU</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 18:37:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=392#comment-9908</guid>
		<description>MAHASISWA PENCINTA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP (MAPALINDUP) UNIVERSITAS RIAU
Jl. H.R. Soebrantas, KM 12,5, Kampus Binawidya, Panam-Pekanbaru, RIAU. 28293</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MAHASISWA PENCINTA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP (MAPALINDUP) UNIVERSITAS RIAU<br />
Jl. H.R. Soebrantas, KM 12,5, Kampus Binawidya, Panam-Pekanbaru, RIAU. 28293</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ketetapan TWKM XXI by slank</title>
		<link>http://mapala.info/ketetapan-twkm-xxi/comment-page-2/#comment-9900</link>
		<dc:creator>slank</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Aug 2010 08:20:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=394#comment-9900</guid>
		<description>TWKM harus melahirkan gagasan gagasan baru yang sesuai dengan tuntutan jaman,,,, salammmm jancuk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>TWKM harus melahirkan gagasan gagasan baru yang sesuai dengan tuntutan jaman,,,, salammmm jancuk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Agenda by samsudinsam</title>
		<link>http://mapala.info/agenda/comment-page-1/#comment-9788</link>
		<dc:creator>samsudinsam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 15:35:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=386#comment-9788</guid>
		<description>DISKRIPSI KEGIATAN TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN XXII
 MAPALA TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2010

Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 : 
”BUMI KHATULISTIWA SEMAKIN MENCEMASKAN”
Sub Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :
1.	Sub Tema Temu Wicara :”Peran Pencinta Alam Dalam KelestarianLingkungan Hidup”
2.	Sub Tema Kenal Medan : ”Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam” 

Ada pun Rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, adalah :
A.	Stadium General
1.	Kegiatan stadium general adalah Merupakan kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk seminar dengan Narasumbernya yang memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman  tentang kondisi Lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam khusnya di daerah Kalaimantan Barat 
Llokasi kegiatan di Gedung Pontianak Conferation Center 
Tanggal 18 Oktober 2010
2.	Narasumber / Pembicara
Narasumber yang di hadirkan sebagai pembicara berasal dari
a.	Kemantrian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Materi “Peran Kemntrian Negara dan Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan dan Penataan Ekosistem”
b.	Akademisi :  Prof. Dr. H. Samion AR, M.Pd (Ketua STKIP-PGRI Pontianak))
Materi “Peran Lembaga Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan dalam Menyikapai Permasalahan Lingkungan”
c.	Budayawan : Butet Kartha Raharja
Materi “Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam”
d.	NGO : Joko Arif  S.E dan Hermayani S.Hut
Materi “Pengaruh kerusakah hutan indonesia di nilai dari sudut ekonomi dan ekologi”
e.	Sesepuh Mapala : Herman Lantang (Pendiri MAPALA Universitas Indonesia)
Materi “Peran Kepedulian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dilihat dari sudut pangang Mapala Dulu dan Sekarang”

B.	Temu Wicara
Temu Wicara ini adalah kegiatan yang berbentuk sidang atau kongres forum TW-TWKM yang diwakili oleh delegasi dari fungsionaris-fungsionaris organisasi MAPALA Tingkat Peguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam kongres ini akan dibahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang muncul di setiap daerah. Hasilnya Akan dibahas dan dipertimbangkan dalam forum kemudian menjadi bahan rekomendasi dari TWKM untuk diserahkan kepada Pemerintah atau Insatansi yang terkait serta juga diadakan kegiatan konservasi dan penghijauan yang di ikuti Oleh semua Peserta Temu Wicara
Pelaksanaan  
Tempat : Asrama Haji Pontianak / Hotel Merpati Propinsi Kalimantan Barat
Tanggal :18 - 24 Oktober 2010     

C.	Kenal Medan
Kegiatan Kenal Medan ini adalah kegiatan latihan bersama tentang kegiatan kepetualangan yang ada di Kalimantan Barat disesuaikan dengan minat para peserta delegasi agar tercipta kemerataan skill dan terjalin rasa persaudaraan antar Pecinta Alam Se-Indonesia, menghasilkan rumusan yang menyangkut etika (kode etik) bertualang sehingga kegiatan petualangan tetap eksis dan bermanfaat serta persertamampu mencermati keadaan linngkungan yang ada disekitar lokasi medan tersebut..
Kegitan Kenal medan terbagi menjadi tujuh divisi yaitu Gunung Hutan, Panjat Tebing, Bamboo Rafting, Susur Pantai, Susur Goa, Bahari dan Fun Diving serta serta Lingkungan Hidup dengan pelaksanaan di lokasi yang berbeda sesuai  ketetapan dari panitia.
Adapun spesifikasi kegiatan sebagai berikut:
1.	Gunung Hutan
Kegiatan ini berlokasi di Gunung Saran  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
2.	Panjat Tebing
Pemanjatan dilakukan di Tebing Rentap Kec. Kelam Kabupaten Sintang, pelaksanaanya dari  tanggal 18 – 24 Oktober 2010
3.	Bamboo Rafting
Pengarungan dilakukan di daerah Kec.Serimbuk Kabupaten Landak, pelaksanaanya dari tanggal18 – 24 Oktober 2010
4.	Susur Pantai
Susur Pantai dilakukan di Kec.Paloh Kabupaten Sambas, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
5.	Wisata Bahari dan Fun Diving
Dilakukan di daerah Pulau Randayan, Pulau Kabung, Pulau Panjang dan Pulau Lemukutan, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
6.	Susur Goa
Susur Goa dilakukan bersifat mengeksplore gua yang ada di Gunung Niut yaitu Goa Mempelit dan Goa Tengkuyung Kec.Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
7.	Lingkungan Hidup
Dilakukan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kab. Kapuas Hulu, pelaksanaanya dari taanggal 18 - 24 Oktober 2010



8.	Penghijauan 
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010
9.	Inaugration Night 
Yaitu Kegiatan Penutupan rangkaian kegiatan TWKM XXII Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini akan diakhiri dengan malam Pentas Musik yang akan diselenggarakan di Halaman Kampus STKIP-PGRI Pontianak. Pelaksanaanya tanggal 25 Oktober 2010

A.	Gambaran Umum Lokasi Kegiatan
1.	Divisi Gunung Hutan (mountenering) Kabupaten Sintang 
Kegiatan ini dilakukan di Gunung Saran ketinggian kurang lebih 1741 mdpl. Dusun terdekat adalah Dusun Linjau Desa Benua Kencana dan Desa Sungai Kura Kec. Tempunak Kab. Sintang. 
a.	Kondisi lingkungan alam disekitar kaki gunung sudah terambah/di rusak oleh sebuah perusahaan yang memiliki hak penebangan hutan (HPH) dan selain itu juga di lahan yang gersang mulai digarap sebagai perkebunan kelapa sawit.
b.	Potensi wisata yaitu bisa dikembangkan sebagai wisata yang bersifat adventure seperti ouf ridef dan wisata ilmiah hal ini dikarenakan di daerah gunung saran masih memiliki spesies fauna seperti beruang madu, rusa, kijang dan burung ruai serta enggang gading. Sedangkan floranya adalah berbagai macam jenis anggrek dan kantong semar. Mayoritas penduduk masyarakat setempat adalah suku dayak dengan mata pencarian petani.  Disini para perserta bukan hanya ditawarkan adventure tapi sekaligus berbuat untuk alam melalui penghijauan di desa terdekat dengan gunung saran bersama masyarakat setempat.

2.	Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) Kabupaten Sintang
Tebing Rentap  dengan tinggi tebingnya sekitar 70 m – 95 m. Jenis Batuan Andersit, berlokasi di Desa Insait Panjang Kec. Kelam Permai Kab.Sintang
a.	Kondisi lingkungan  disekitar tebing-tebing lumayan parah dengan adanya penambangan batu  dan usaha sarang walet  melalui lubang-lubang alami yg berbentuk goa di sekitar tebing oleh warga masyarakat setempat demi kebutuhan hidup sehari-hari
b.	Potensi wisata yaitu dIkelola oleh pihak Pemerintah Daerah da mungkin dengan adanya Spesies endemik yang ada ditebing adalah kantong semar (neventes apliata) dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Bisa dijadikan sebagai wisata pengembangan ilmu dan pengetahuan tentang spesies endemik tersebut
Sumber air adalah dari air terjun yg ada dipuncak tebing dengan Penduduk Asli daerah setempat adalah suku dayak yanhg mata pencariannya adalah sebagai petani Peserta disini selain ditawarkan adventure juga diarahkan untuk melakukan baksos di daerah sekitar tebing Rentap bersama dengan penduduk setempat.



3.	Divisi Bamboo Rafting (Arung Jeram) Kabupaten Landak
Lokasi kegiatan yaitu di sungai serimbu dengan panjang 65 km, lebar 50 m – 100 m. Pengarungan diperkirakan selama 5 hari dan selama pengarungan peserta akan melewati 44 desa dan 33 jeram yg harus diarungi dan jeram yang paling berbahaya adalah jeram jambu dan jeram sebabat. Terletak di Desa melanggar Kab. Landak Dengan Great pengarungan 3 – 4 
a.	Kondisi lingkungan alam sepanjang sungai serimbu dengan berbagai flora dan fauna yang mendiami sungai serimbu sehingga membuat sungai serimbu makin mempesona. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragam non muslim dengan mata pencarian sebagai petani dan sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) 
b.	Potensi Wisata, sungai serimbu terletak di wilayah kabupaten Landak dimana memiliki arus sungai yang desar dan merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan arung jeram hal ini dikarenakan jarak dari ibu kota propinsi yang tidak terlalu jauh sehingga mudah untuk pengembangan wisata terutama di wisata adventure yaitu arung jeram Disini para perserta selain ditawarkan pertualangan sekaligus diarahan untuk menjaga kelestarian daerah pinggir sungai serimbu.

4.	Caving (Penelusuran Goa) Kabupaten Bengkayang
Dalam kegiatan caving kali ini bersifat ekplore kami menyuguhkan 2 Goa yaitu Goa tengkuyung dan Goa Mempelit  dan kedua goa tersebut ada yang vertikal dan  horizontal. Lokasi  di  daerah Gunung Niut Desa Dawar Kec. Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang. 
a.	Kondisi  lingkungan di daerah sekitar gunung niut dan goa merupakan kawasan hutan adat yang mana kearipan lokalnya tinggi sekali. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragama non muslim dengan mata pencarian sebagai petani. Disini peserta tidak hanya ditawarkan explore goa tapi  peserta diarahkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.
b.	Potensi wisata di daerah ini selain menawakan pertualangan juga bisa di jadikan laboraturium penelitian ilmiah karena banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk obat terutama obat tradisional.

5.	Wisata Bahari dan Fun Diving Kabupaten Bengkayang
 Di laksanakan di empat kepulauan kecil yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, Pulau Panjang dan Pulau Kabung yang ada di dua kabupaten yaitu Kab. Bengkayang dan Kab. Singkawang. Mata pencarian penduduk adalah nelayan dan petani  Mayoritas masyarakat setempat adalah melayu  dan agama islam Disini juga para perserta bukan hanya ditawarkan akan keindahan wisata bahari tapi sekaligus diarahan untuk menanam terumbu karang di daerah  pesisir pantai kepulauan tersebut
a.	Kondisi lingkungan alam yang ada di kepulauan tersebu tidak terlalu parah tapi hal itu kalau tidak cepat di tanggulangi akan berakibat patal hal ini dikarena abrasi pantai yang semakin hari semakin jelas.
b.	Potensi wisata, wilayah kepulauan ini memiliki potensi wisata yang sangat bagus terutama di bidang bahari dan scuba. Hal ini dikarenakan di daerah Kalimantan barat peminat untuk wisata ini sangat kurang tempat penyalurannya. Sebaiknya pengelolaan di daerah kepulauan ini di pegang atau dikelola oleh pihak pemerintah.


6.	Lingkungan Hidup Kabupaten. Kapuas Hulu
Dilaksanakan di Taman Nasional Danau Sentarum  dengan luas wilayah 12.400 ha Terletak di  4 kecamatan yaitu Kec. Selimbau, Kec. Jongkong Kec. Batang Lupar dan Kec. Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu.  
a.	Keadaan Lingkungan alam, berawal dari maraknya illegal loging maka TN danau sentarum juga ikut terambah baik itu oleh masyarakat maupun pihak perusahaan yang memiliki HPH. Bahkan pada saat sekarang ini di zona batas TN Danau sentarum sudah masuk atau terkena oleh perusahaan sawit.
b.	Potensi Wisata, Taman Nasional Danau Sentarum  tidak diragukan lagi akan keindahan panorama alamnya dan selain itu juga memiliki keanekara ragaman flora dan fauna serta Spesies endemik yg ada di Taman Nasional adalah ikan Arwana, Enggang Gading dan salah satu tumbuhan yang spesiesnya sama dengan hutan amazone adalah Pohon Pungguk (cretava religiosa) Di sini peserta akan melakukan investigasi dan sosialisasi betapa pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan serta melakukan penghijaun di daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum bersama masyarakat setempat
7.	Divisi Susur Pantai Kabupaten Sambas
Kegiatan dilakukan di Pesisir Pantai Selimpai yang terletak disebelah  barat Propinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung  dengan Malaysia (Gosong Niger). Desa terdekat yaitu Desa Merbau Kec. Paloh Kabupaten Sambas.
a.	Keadaan Lingkungan alam di sepanjang rute perjalanan wilayah pesisir pantai yang akan dilalui lebih didominasi oleh pasir putih dan karang-karang terjal di sekitar hutan bakau terutama didaerah rawa.
b.	Potensi wisata Pesisir Pantai Selimpai ini merupakan daerah Taman Wisata Alam karena didiami oleh spesies endemik seperti penyu (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing) dan terdapat juga hewan seperti bekantan, monyet ekor panjang dan lain sebagainya. Di sini peserta bukan hanya ditawarkan pertualangan tapi peserta diarahkan untuk melakukan   investigasi dan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.

8.	Penghijauan 
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DISKRIPSI KEGIATAN TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN XXII<br />
 MAPALA TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2010</p>
<p>Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :<br />
”BUMI KHATULISTIWA SEMAKIN MENCEMASKAN”<br />
Sub Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :<br />
1.	Sub Tema Temu Wicara :”Peran Pencinta Alam Dalam KelestarianLingkungan Hidup”<br />
2.	Sub Tema Kenal Medan : ”Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam” </p>
<p>Ada pun Rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, adalah :<br />
A.	Stadium General<br />
1.	Kegiatan stadium general adalah Merupakan kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk seminar dengan Narasumbernya yang memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman  tentang kondisi Lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam khusnya di daerah Kalaimantan Barat<br />
Llokasi kegiatan di Gedung Pontianak Conferation Center<br />
Tanggal 18 Oktober 2010<br />
2.	Narasumber / Pembicara<br />
Narasumber yang di hadirkan sebagai pembicara berasal dari<br />
a.	Kemantrian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia<br />
Materi “Peran Kemntrian Negara dan Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan dan Penataan Ekosistem”<br />
b.	Akademisi :  Prof. Dr. H. Samion AR, M.Pd (Ketua STKIP-PGRI Pontianak))<br />
Materi “Peran Lembaga Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan dalam Menyikapai Permasalahan Lingkungan”<br />
c.	Budayawan : Butet Kartha Raharja<br />
Materi “Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam”<br />
d.	NGO : Joko Arif  S.E dan Hermayani S.Hut<br />
Materi “Pengaruh kerusakah hutan indonesia di nilai dari sudut ekonomi dan ekologi”<br />
e.	Sesepuh Mapala : Herman Lantang (Pendiri MAPALA Universitas Indonesia)<br />
Materi “Peran Kepedulian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dilihat dari sudut pangang Mapala Dulu dan Sekarang”</p>
<p>B.	Temu Wicara<br />
Temu Wicara ini adalah kegiatan yang berbentuk sidang atau kongres forum TW-TWKM yang diwakili oleh delegasi dari fungsionaris-fungsionaris organisasi MAPALA Tingkat Peguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam kongres ini akan dibahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang muncul di setiap daerah. Hasilnya Akan dibahas dan dipertimbangkan dalam forum kemudian menjadi bahan rekomendasi dari TWKM untuk diserahkan kepada Pemerintah atau Insatansi yang terkait serta juga diadakan kegiatan konservasi dan penghijauan yang di ikuti Oleh semua Peserta Temu Wicara<br />
Pelaksanaan<br />
Tempat : Asrama Haji Pontianak / Hotel Merpati Propinsi Kalimantan Barat<br />
Tanggal :18 - 24 Oktober 2010     </p>
<p>C.	Kenal Medan<br />
Kegiatan Kenal Medan ini adalah kegiatan latihan bersama tentang kegiatan kepetualangan yang ada di Kalimantan Barat disesuaikan dengan minat para peserta delegasi agar tercipta kemerataan skill dan terjalin rasa persaudaraan antar Pecinta Alam Se-Indonesia, menghasilkan rumusan yang menyangkut etika (kode etik) bertualang sehingga kegiatan petualangan tetap eksis dan bermanfaat serta persertamampu mencermati keadaan linngkungan yang ada disekitar lokasi medan tersebut..<br />
Kegitan Kenal medan terbagi menjadi tujuh divisi yaitu Gunung Hutan, Panjat Tebing, Bamboo Rafting, Susur Pantai, Susur Goa, Bahari dan Fun Diving serta serta Lingkungan Hidup dengan pelaksanaan di lokasi yang berbeda sesuai  ketetapan dari panitia.<br />
Adapun spesifikasi kegiatan sebagai berikut:<br />
1.	Gunung Hutan<br />
Kegiatan ini berlokasi di Gunung Saran  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
2.	Panjat Tebing<br />
Pemanjatan dilakukan di Tebing Rentap Kec. Kelam Kabupaten Sintang, pelaksanaanya dari  tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
3.	Bamboo Rafting<br />
Pengarungan dilakukan di daerah Kec.Serimbuk Kabupaten Landak, pelaksanaanya dari tanggal18 – 24 Oktober 2010<br />
4.	Susur Pantai<br />
Susur Pantai dilakukan di Kec.Paloh Kabupaten Sambas, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
5.	Wisata Bahari dan Fun Diving<br />
Dilakukan di daerah Pulau Randayan, Pulau Kabung, Pulau Panjang dan Pulau Lemukutan, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
6.	Susur Goa<br />
Susur Goa dilakukan bersifat mengeksplore gua yang ada di Gunung Niut yaitu Goa Mempelit dan Goa Tengkuyung Kec.Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
7.	Lingkungan Hidup<br />
Dilakukan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kab. Kapuas Hulu, pelaksanaanya dari taanggal 18 - 24 Oktober 2010</p>
<p>8.	Penghijauan<br />
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010<br />
9.	Inaugration Night<br />
Yaitu Kegiatan Penutupan rangkaian kegiatan TWKM XXII Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini akan diakhiri dengan malam Pentas Musik yang akan diselenggarakan di Halaman Kampus STKIP-PGRI Pontianak. Pelaksanaanya tanggal 25 Oktober 2010</p>
<p>A.	Gambaran Umum Lokasi Kegiatan<br />
1.	Divisi Gunung Hutan (mountenering) Kabupaten Sintang<br />
Kegiatan ini dilakukan di Gunung Saran ketinggian kurang lebih 1741 mdpl. Dusun terdekat adalah Dusun Linjau Desa Benua Kencana dan Desa Sungai Kura Kec. Tempunak Kab. Sintang.<br />
a.	Kondisi lingkungan alam disekitar kaki gunung sudah terambah/di rusak oleh sebuah perusahaan yang memiliki hak penebangan hutan (HPH) dan selain itu juga di lahan yang gersang mulai digarap sebagai perkebunan kelapa sawit.<br />
b.	Potensi wisata yaitu bisa dikembangkan sebagai wisata yang bersifat adventure seperti ouf ridef dan wisata ilmiah hal ini dikarenakan di daerah gunung saran masih memiliki spesies fauna seperti beruang madu, rusa, kijang dan burung ruai serta enggang gading. Sedangkan floranya adalah berbagai macam jenis anggrek dan kantong semar. Mayoritas penduduk masyarakat setempat adalah suku dayak dengan mata pencarian petani.  Disini para perserta bukan hanya ditawarkan adventure tapi sekaligus berbuat untuk alam melalui penghijauan di desa terdekat dengan gunung saran bersama masyarakat setempat.</p>
<p>2.	Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) Kabupaten Sintang<br />
Tebing Rentap  dengan tinggi tebingnya sekitar 70 m – 95 m. Jenis Batuan Andersit, berlokasi di Desa Insait Panjang Kec. Kelam Permai Kab.Sintang<br />
a.	Kondisi lingkungan  disekitar tebing-tebing lumayan parah dengan adanya penambangan batu  dan usaha sarang walet  melalui lubang-lubang alami yg berbentuk goa di sekitar tebing oleh warga masyarakat setempat demi kebutuhan hidup sehari-hari<br />
b.	Potensi wisata yaitu dIkelola oleh pihak Pemerintah Daerah da mungkin dengan adanya Spesies endemik yang ada ditebing adalah kantong semar (neventes apliata) dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Bisa dijadikan sebagai wisata pengembangan ilmu dan pengetahuan tentang spesies endemik tersebut<br />
Sumber air adalah dari air terjun yg ada dipuncak tebing dengan Penduduk Asli daerah setempat adalah suku dayak yanhg mata pencariannya adalah sebagai petani Peserta disini selain ditawarkan adventure juga diarahkan untuk melakukan baksos di daerah sekitar tebing Rentap bersama dengan penduduk setempat.</p>
<p>3.	Divisi Bamboo Rafting (Arung Jeram) Kabupaten Landak<br />
Lokasi kegiatan yaitu di sungai serimbu dengan panjang 65 km, lebar 50 m – 100 m. Pengarungan diperkirakan selama 5 hari dan selama pengarungan peserta akan melewati 44 desa dan 33 jeram yg harus diarungi dan jeram yang paling berbahaya adalah jeram jambu dan jeram sebabat. Terletak di Desa melanggar Kab. Landak Dengan Great pengarungan 3 – 4<br />
a.	Kondisi lingkungan alam sepanjang sungai serimbu dengan berbagai flora dan fauna yang mendiami sungai serimbu sehingga membuat sungai serimbu makin mempesona. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragam non muslim dengan mata pencarian sebagai petani dan sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)<br />
b.	Potensi Wisata, sungai serimbu terletak di wilayah kabupaten Landak dimana memiliki arus sungai yang desar dan merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan arung jeram hal ini dikarenakan jarak dari ibu kota propinsi yang tidak terlalu jauh sehingga mudah untuk pengembangan wisata terutama di wisata adventure yaitu arung jeram Disini para perserta selain ditawarkan pertualangan sekaligus diarahan untuk menjaga kelestarian daerah pinggir sungai serimbu.</p>
<p>4.	Caving (Penelusuran Goa) Kabupaten Bengkayang<br />
Dalam kegiatan caving kali ini bersifat ekplore kami menyuguhkan 2 Goa yaitu Goa tengkuyung dan Goa Mempelit  dan kedua goa tersebut ada yang vertikal dan  horizontal. Lokasi  di  daerah Gunung Niut Desa Dawar Kec. Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang.<br />
a.	Kondisi  lingkungan di daerah sekitar gunung niut dan goa merupakan kawasan hutan adat yang mana kearipan lokalnya tinggi sekali. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragama non muslim dengan mata pencarian sebagai petani. Disini peserta tidak hanya ditawarkan explore goa tapi  peserta diarahkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.<br />
b.	Potensi wisata di daerah ini selain menawakan pertualangan juga bisa di jadikan laboraturium penelitian ilmiah karena banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk obat terutama obat tradisional.</p>
<p>5.	Wisata Bahari dan Fun Diving Kabupaten Bengkayang<br />
 Di laksanakan di empat kepulauan kecil yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, Pulau Panjang dan Pulau Kabung yang ada di dua kabupaten yaitu Kab. Bengkayang dan Kab. Singkawang. Mata pencarian penduduk adalah nelayan dan petani  Mayoritas masyarakat setempat adalah melayu  dan agama islam Disini juga para perserta bukan hanya ditawarkan akan keindahan wisata bahari tapi sekaligus diarahan untuk menanam terumbu karang di daerah  pesisir pantai kepulauan tersebut<br />
a.	Kondisi lingkungan alam yang ada di kepulauan tersebu tidak terlalu parah tapi hal itu kalau tidak cepat di tanggulangi akan berakibat patal hal ini dikarena abrasi pantai yang semakin hari semakin jelas.<br />
b.	Potensi wisata, wilayah kepulauan ini memiliki potensi wisata yang sangat bagus terutama di bidang bahari dan scuba. Hal ini dikarenakan di daerah Kalimantan barat peminat untuk wisata ini sangat kurang tempat penyalurannya. Sebaiknya pengelolaan di daerah kepulauan ini di pegang atau dikelola oleh pihak pemerintah.</p>
<p>6.	Lingkungan Hidup Kabupaten. Kapuas Hulu<br />
Dilaksanakan di Taman Nasional Danau Sentarum  dengan luas wilayah 12.400 ha Terletak di  4 kecamatan yaitu Kec. Selimbau, Kec. Jongkong Kec. Batang Lupar dan Kec. Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu.<br />
a.	Keadaan Lingkungan alam, berawal dari maraknya illegal loging maka TN danau sentarum juga ikut terambah baik itu oleh masyarakat maupun pihak perusahaan yang memiliki HPH. Bahkan pada saat sekarang ini di zona batas TN Danau sentarum sudah masuk atau terkena oleh perusahaan sawit.<br />
b.	Potensi Wisata, Taman Nasional Danau Sentarum  tidak diragukan lagi akan keindahan panorama alamnya dan selain itu juga memiliki keanekara ragaman flora dan fauna serta Spesies endemik yg ada di Taman Nasional adalah ikan Arwana, Enggang Gading dan salah satu tumbuhan yang spesiesnya sama dengan hutan amazone adalah Pohon Pungguk (cretava religiosa) Di sini peserta akan melakukan investigasi dan sosialisasi betapa pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan serta melakukan penghijaun di daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum bersama masyarakat setempat<br />
7.	Divisi Susur Pantai Kabupaten Sambas<br />
Kegiatan dilakukan di Pesisir Pantai Selimpai yang terletak disebelah  barat Propinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung  dengan Malaysia (Gosong Niger). Desa terdekat yaitu Desa Merbau Kec. Paloh Kabupaten Sambas.<br />
a.	Keadaan Lingkungan alam di sepanjang rute perjalanan wilayah pesisir pantai yang akan dilalui lebih didominasi oleh pasir putih dan karang-karang terjal di sekitar hutan bakau terutama didaerah rawa.<br />
b.	Potensi wisata Pesisir Pantai Selimpai ini merupakan daerah Taman Wisata Alam karena didiami oleh spesies endemik seperti penyu (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing) dan terdapat juga hewan seperti bekantan, monyet ekor panjang dan lain sebagainya. Di sini peserta bukan hanya ditawarkan pertualangan tapi peserta diarahkan untuk melakukan   investigasi dan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.</p>
<p>8.	Penghijauan<br />
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Lintas Mapala by samsudinsam</title>
		<link>http://mapala.info/lintas-mapala/comment-page-1/#comment-9787</link>
		<dc:creator>samsudinsam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 15:34:26 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=388#comment-9787</guid>
		<description>DISKRIPSI KEGIATAN TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN XXII
 MAPALA TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2010

Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 : 
”BUMI KHATULISTIWA SEMAKIN MENCEMASKAN”
Sub Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :
1.	Sub Tema Temu Wicara :”Peran Pencinta Alam Dalam KelestarianLingkungan Hidup”
2.	Sub Tema Kenal Medan : ”Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam” 

Ada pun Rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, adalah :
A.	Stadium General
1.	Kegiatan stadium general adalah Merupakan kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk seminar dengan Narasumbernya yang memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman  tentang kondisi Lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam khusnya di daerah Kalaimantan Barat 
Llokasi kegiatan di Gedung Pontianak Conferation Center 
Tanggal 18 Oktober 2010
2.	Narasumber / Pembicara
Narasumber yang di hadirkan sebagai pembicara berasal dari
a.	Kemantrian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Materi “Peran Kemntrian Negara dan Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan dan Penataan Ekosistem”
b.	Akademisi :  Prof. Dr. H. Samion AR, M.Pd (Ketua STKIP-PGRI Pontianak))
Materi “Peran Lembaga Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan dalam Menyikapai Permasalahan Lingkungan”
c.	Budayawan : Butet Kartha Raharja
Materi “Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam”
d.	NGO : Joko Arif  S.E dan Hermayani S.Hut
Materi “Pengaruh kerusakah hutan indonesia di nilai dari sudut ekonomi dan ekologi”
e.	Sesepuh Mapala : Herman Lantang (Pendiri MAPALA Universitas Indonesia)
Materi “Peran Kepedulian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dilihat dari sudut pangang Mapala Dulu dan Sekarang”

B.	Temu Wicara
Temu Wicara ini adalah kegiatan yang berbentuk sidang atau kongres forum TW-TWKM yang diwakili oleh delegasi dari fungsionaris-fungsionaris organisasi MAPALA Tingkat Peguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam kongres ini akan dibahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang muncul di setiap daerah. Hasilnya Akan dibahas dan dipertimbangkan dalam forum kemudian menjadi bahan rekomendasi dari TWKM untuk diserahkan kepada Pemerintah atau Insatansi yang terkait serta juga diadakan kegiatan konservasi dan penghijauan yang di ikuti Oleh semua Peserta Temu Wicara
Pelaksanaan  
Tempat : Asrama Haji Pontianak / Hotel Merpati Propinsi Kalimantan Barat
Tanggal :18 - 24 Oktober 2010     

C.	Kenal Medan
Kegiatan Kenal Medan ini adalah kegiatan latihan bersama tentang kegiatan kepetualangan yang ada di Kalimantan Barat disesuaikan dengan minat para peserta delegasi agar tercipta kemerataan skill dan terjalin rasa persaudaraan antar Pecinta Alam Se-Indonesia, menghasilkan rumusan yang menyangkut etika (kode etik) bertualang sehingga kegiatan petualangan tetap eksis dan bermanfaat serta persertamampu mencermati keadaan linngkungan yang ada disekitar lokasi medan tersebut..
Kegitan Kenal medan terbagi menjadi tujuh divisi yaitu Gunung Hutan, Panjat Tebing, Bamboo Rafting, Susur Pantai, Susur Goa, Bahari dan Fun Diving serta serta Lingkungan Hidup dengan pelaksanaan di lokasi yang berbeda sesuai  ketetapan dari panitia.
Adapun spesifikasi kegiatan sebagai berikut:
1.	Gunung Hutan
Kegiatan ini berlokasi di Gunung Saran  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
2.	Panjat Tebing
Pemanjatan dilakukan di Tebing Rentap Kec. Kelam Kabupaten Sintang, pelaksanaanya dari  tanggal 18 – 24 Oktober 2010
3.	Bamboo Rafting
Pengarungan dilakukan di daerah Kec.Serimbuk Kabupaten Landak, pelaksanaanya dari tanggal18 – 24 Oktober 2010
4.	Susur Pantai
Susur Pantai dilakukan di Kec.Paloh Kabupaten Sambas, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
5.	Wisata Bahari dan Fun Diving
Dilakukan di daerah Pulau Randayan, Pulau Kabung, Pulau Panjang dan Pulau Lemukutan, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
6.	Susur Goa
Susur Goa dilakukan bersifat mengeksplore gua yang ada di Gunung Niut yaitu Goa Mempelit dan Goa Tengkuyung Kec.Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
7.	Lingkungan Hidup
Dilakukan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kab. Kapuas Hulu, pelaksanaanya dari taanggal 18 - 24 Oktober 2010



8.	Penghijauan 
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010
9.	Inaugration Night 
Yaitu Kegiatan Penutupan rangkaian kegiatan TWKM XXII Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini akan diakhiri dengan malam Pentas Musik yang akan diselenggarakan di Halaman Kampus STKIP-PGRI Pontianak. Pelaksanaanya tanggal 25 Oktober 2010

A.	Gambaran Umum Lokasi Kegiatan
1.	Divisi Gunung Hutan (mountenering) Kabupaten Sintang 
Kegiatan ini dilakukan di Gunung Saran ketinggian kurang lebih 1741 mdpl. Dusun terdekat adalah Dusun Linjau Desa Benua Kencana dan Desa Sungai Kura Kec. Tempunak Kab. Sintang. 
a.	Kondisi lingkungan alam disekitar kaki gunung sudah terambah/di rusak oleh sebuah perusahaan yang memiliki hak penebangan hutan (HPH) dan selain itu juga di lahan yang gersang mulai digarap sebagai perkebunan kelapa sawit.
b.	Potensi wisata yaitu bisa dikembangkan sebagai wisata yang bersifat adventure seperti ouf ridef dan wisata ilmiah hal ini dikarenakan di daerah gunung saran masih memiliki spesies fauna seperti beruang madu, rusa, kijang dan burung ruai serta enggang gading. Sedangkan floranya adalah berbagai macam jenis anggrek dan kantong semar. Mayoritas penduduk masyarakat setempat adalah suku dayak dengan mata pencarian petani.  Disini para perserta bukan hanya ditawarkan adventure tapi sekaligus berbuat untuk alam melalui penghijauan di desa terdekat dengan gunung saran bersama masyarakat setempat.

2.	Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) Kabupaten Sintang
Tebing Rentap  dengan tinggi tebingnya sekitar 70 m – 95 m. Jenis Batuan Andersit, berlokasi di Desa Insait Panjang Kec. Kelam Permai Kab.Sintang
a.	Kondisi lingkungan  disekitar tebing-tebing lumayan parah dengan adanya penambangan batu  dan usaha sarang walet  melalui lubang-lubang alami yg berbentuk goa di sekitar tebing oleh warga masyarakat setempat demi kebutuhan hidup sehari-hari
b.	Potensi wisata yaitu dIkelola oleh pihak Pemerintah Daerah da mungkin dengan adanya Spesies endemik yang ada ditebing adalah kantong semar (neventes apliata) dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Bisa dijadikan sebagai wisata pengembangan ilmu dan pengetahuan tentang spesies endemik tersebut
Sumber air adalah dari air terjun yg ada dipuncak tebing dengan Penduduk Asli daerah setempat adalah suku dayak yanhg mata pencariannya adalah sebagai petani Peserta disini selain ditawarkan adventure juga diarahkan untuk melakukan baksos di daerah sekitar tebing Rentap bersama dengan penduduk setempat.



3.	Divisi Bamboo Rafting (Arung Jeram) Kabupaten Landak
Lokasi kegiatan yaitu di sungai serimbu dengan panjang 65 km, lebar 50 m – 100 m. Pengarungan diperkirakan selama 5 hari dan selama pengarungan peserta akan melewati 44 desa dan 33 jeram yg harus diarungi dan jeram yang paling berbahaya adalah jeram jambu dan jeram sebabat. Terletak di Desa melanggar Kab. Landak Dengan Great pengarungan 3 – 4 
a.	Kondisi lingkungan alam sepanjang sungai serimbu dengan berbagai flora dan fauna yang mendiami sungai serimbu sehingga membuat sungai serimbu makin mempesona. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragam non muslim dengan mata pencarian sebagai petani dan sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) 
b.	Potensi Wisata, sungai serimbu terletak di wilayah kabupaten Landak dimana memiliki arus sungai yang desar dan merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan arung jeram hal ini dikarenakan jarak dari ibu kota propinsi yang tidak terlalu jauh sehingga mudah untuk pengembangan wisata terutama di wisata adventure yaitu arung jeram Disini para perserta selain ditawarkan pertualangan sekaligus diarahan untuk menjaga kelestarian daerah pinggir sungai serimbu.

4.	Caving (Penelusuran Goa) Kabupaten Bengkayang
Dalam kegiatan caving kali ini bersifat ekplore kami menyuguhkan 2 Goa yaitu Goa tengkuyung dan Goa Mempelit  dan kedua goa tersebut ada yang vertikal dan  horizontal. Lokasi  di  daerah Gunung Niut Desa Dawar Kec. Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang. 
a.	Kondisi  lingkungan di daerah sekitar gunung niut dan goa merupakan kawasan hutan adat yang mana kearipan lokalnya tinggi sekali. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragama non muslim dengan mata pencarian sebagai petani. Disini peserta tidak hanya ditawarkan explore goa tapi  peserta diarahkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.
b.	Potensi wisata di daerah ini selain menawakan pertualangan juga bisa di jadikan laboraturium penelitian ilmiah karena banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk obat terutama obat tradisional.

5.	Wisata Bahari dan Fun Diving Kabupaten Bengkayang
 Di laksanakan di empat kepulauan kecil yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, Pulau Panjang dan Pulau Kabung yang ada di dua kabupaten yaitu Kab. Bengkayang dan Kab. Singkawang. Mata pencarian penduduk adalah nelayan dan petani  Mayoritas masyarakat setempat adalah melayu  dan agama islam Disini juga para perserta bukan hanya ditawarkan akan keindahan wisata bahari tapi sekaligus diarahan untuk menanam terumbu karang di daerah  pesisir pantai kepulauan tersebut
a.	Kondisi lingkungan alam yang ada di kepulauan tersebu tidak terlalu parah tapi hal itu kalau tidak cepat di tanggulangi akan berakibat patal hal ini dikarena abrasi pantai yang semakin hari semakin jelas.
b.	Potensi wisata, wilayah kepulauan ini memiliki potensi wisata yang sangat bagus terutama di bidang bahari dan scuba. Hal ini dikarenakan di daerah Kalimantan barat peminat untuk wisata ini sangat kurang tempat penyalurannya. Sebaiknya pengelolaan di daerah kepulauan ini di pegang atau dikelola oleh pihak pemerintah.


6.	Lingkungan Hidup Kabupaten. Kapuas Hulu
Dilaksanakan di Taman Nasional Danau Sentarum  dengan luas wilayah 12.400 ha Terletak di  4 kecamatan yaitu Kec. Selimbau, Kec. Jongkong Kec. Batang Lupar dan Kec. Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu.  
a.	Keadaan Lingkungan alam, berawal dari maraknya illegal loging maka TN danau sentarum juga ikut terambah baik itu oleh masyarakat maupun pihak perusahaan yang memiliki HPH. Bahkan pada saat sekarang ini di zona batas TN Danau sentarum sudah masuk atau terkena oleh perusahaan sawit.
b.	Potensi Wisata, Taman Nasional Danau Sentarum  tidak diragukan lagi akan keindahan panorama alamnya dan selain itu juga memiliki keanekara ragaman flora dan fauna serta Spesies endemik yg ada di Taman Nasional adalah ikan Arwana, Enggang Gading dan salah satu tumbuhan yang spesiesnya sama dengan hutan amazone adalah Pohon Pungguk (cretava religiosa) Di sini peserta akan melakukan investigasi dan sosialisasi betapa pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan serta melakukan penghijaun di daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum bersama masyarakat setempat
7.	Divisi Susur Pantai Kabupaten Sambas
Kegiatan dilakukan di Pesisir Pantai Selimpai yang terletak disebelah  barat Propinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung  dengan Malaysia (Gosong Niger). Desa terdekat yaitu Desa Merbau Kec. Paloh Kabupaten Sambas.
a.	Keadaan Lingkungan alam di sepanjang rute perjalanan wilayah pesisir pantai yang akan dilalui lebih didominasi oleh pasir putih dan karang-karang terjal di sekitar hutan bakau terutama didaerah rawa.
b.	Potensi wisata Pesisir Pantai Selimpai ini merupakan daerah Taman Wisata Alam karena didiami oleh spesies endemik seperti penyu (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing) dan terdapat juga hewan seperti bekantan, monyet ekor panjang dan lain sebagainya. Di sini peserta bukan hanya ditawarkan pertualangan tapi peserta diarahkan untuk melakukan   investigasi dan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.

8.	Penghijauan 
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DISKRIPSI KEGIATAN TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN XXII<br />
 MAPALA TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2010</p>
<p>Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :<br />
”BUMI KHATULISTIWA SEMAKIN MENCEMASKAN”<br />
Sub Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :<br />
1.	Sub Tema Temu Wicara :”Peran Pencinta Alam Dalam KelestarianLingkungan Hidup”<br />
2.	Sub Tema Kenal Medan : ”Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam” </p>
<p>Ada pun Rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, adalah :<br />
A.	Stadium General<br />
1.	Kegiatan stadium general adalah Merupakan kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk seminar dengan Narasumbernya yang memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman  tentang kondisi Lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam khusnya di daerah Kalaimantan Barat<br />
Llokasi kegiatan di Gedung Pontianak Conferation Center<br />
Tanggal 18 Oktober 2010<br />
2.	Narasumber / Pembicara<br />
Narasumber yang di hadirkan sebagai pembicara berasal dari<br />
a.	Kemantrian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia<br />
Materi “Peran Kemntrian Negara dan Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan dan Penataan Ekosistem”<br />
b.	Akademisi :  Prof. Dr. H. Samion AR, M.Pd (Ketua STKIP-PGRI Pontianak))<br />
Materi “Peran Lembaga Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan dalam Menyikapai Permasalahan Lingkungan”<br />
c.	Budayawan : Butet Kartha Raharja<br />
Materi “Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam”<br />
d.	NGO : Joko Arif  S.E dan Hermayani S.Hut<br />
Materi “Pengaruh kerusakah hutan indonesia di nilai dari sudut ekonomi dan ekologi”<br />
e.	Sesepuh Mapala : Herman Lantang (Pendiri MAPALA Universitas Indonesia)<br />
Materi “Peran Kepedulian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dilihat dari sudut pangang Mapala Dulu dan Sekarang”</p>
<p>B.	Temu Wicara<br />
Temu Wicara ini adalah kegiatan yang berbentuk sidang atau kongres forum TW-TWKM yang diwakili oleh delegasi dari fungsionaris-fungsionaris organisasi MAPALA Tingkat Peguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam kongres ini akan dibahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang muncul di setiap daerah. Hasilnya Akan dibahas dan dipertimbangkan dalam forum kemudian menjadi bahan rekomendasi dari TWKM untuk diserahkan kepada Pemerintah atau Insatansi yang terkait serta juga diadakan kegiatan konservasi dan penghijauan yang di ikuti Oleh semua Peserta Temu Wicara<br />
Pelaksanaan<br />
Tempat : Asrama Haji Pontianak / Hotel Merpati Propinsi Kalimantan Barat<br />
Tanggal :18 - 24 Oktober 2010     </p>
<p>C.	Kenal Medan<br />
Kegiatan Kenal Medan ini adalah kegiatan latihan bersama tentang kegiatan kepetualangan yang ada di Kalimantan Barat disesuaikan dengan minat para peserta delegasi agar tercipta kemerataan skill dan terjalin rasa persaudaraan antar Pecinta Alam Se-Indonesia, menghasilkan rumusan yang menyangkut etika (kode etik) bertualang sehingga kegiatan petualangan tetap eksis dan bermanfaat serta persertamampu mencermati keadaan linngkungan yang ada disekitar lokasi medan tersebut..<br />
Kegitan Kenal medan terbagi menjadi tujuh divisi yaitu Gunung Hutan, Panjat Tebing, Bamboo Rafting, Susur Pantai, Susur Goa, Bahari dan Fun Diving serta serta Lingkungan Hidup dengan pelaksanaan di lokasi yang berbeda sesuai  ketetapan dari panitia.<br />
Adapun spesifikasi kegiatan sebagai berikut:<br />
1.	Gunung Hutan<br />
Kegiatan ini berlokasi di Gunung Saran  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
2.	Panjat Tebing<br />
Pemanjatan dilakukan di Tebing Rentap Kec. Kelam Kabupaten Sintang, pelaksanaanya dari  tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
3.	Bamboo Rafting<br />
Pengarungan dilakukan di daerah Kec.Serimbuk Kabupaten Landak, pelaksanaanya dari tanggal18 – 24 Oktober 2010<br />
4.	Susur Pantai<br />
Susur Pantai dilakukan di Kec.Paloh Kabupaten Sambas, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
5.	Wisata Bahari dan Fun Diving<br />
Dilakukan di daerah Pulau Randayan, Pulau Kabung, Pulau Panjang dan Pulau Lemukutan, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
6.	Susur Goa<br />
Susur Goa dilakukan bersifat mengeksplore gua yang ada di Gunung Niut yaitu Goa Mempelit dan Goa Tengkuyung Kec.Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
7.	Lingkungan Hidup<br />
Dilakukan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kab. Kapuas Hulu, pelaksanaanya dari taanggal 18 - 24 Oktober 2010</p>
<p>8.	Penghijauan<br />
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010<br />
9.	Inaugration Night<br />
Yaitu Kegiatan Penutupan rangkaian kegiatan TWKM XXII Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini akan diakhiri dengan malam Pentas Musik yang akan diselenggarakan di Halaman Kampus STKIP-PGRI Pontianak. Pelaksanaanya tanggal 25 Oktober 2010</p>
<p>A.	Gambaran Umum Lokasi Kegiatan<br />
1.	Divisi Gunung Hutan (mountenering) Kabupaten Sintang<br />
Kegiatan ini dilakukan di Gunung Saran ketinggian kurang lebih 1741 mdpl. Dusun terdekat adalah Dusun Linjau Desa Benua Kencana dan Desa Sungai Kura Kec. Tempunak Kab. Sintang.<br />
a.	Kondisi lingkungan alam disekitar kaki gunung sudah terambah/di rusak oleh sebuah perusahaan yang memiliki hak penebangan hutan (HPH) dan selain itu juga di lahan yang gersang mulai digarap sebagai perkebunan kelapa sawit.<br />
b.	Potensi wisata yaitu bisa dikembangkan sebagai wisata yang bersifat adventure seperti ouf ridef dan wisata ilmiah hal ini dikarenakan di daerah gunung saran masih memiliki spesies fauna seperti beruang madu, rusa, kijang dan burung ruai serta enggang gading. Sedangkan floranya adalah berbagai macam jenis anggrek dan kantong semar. Mayoritas penduduk masyarakat setempat adalah suku dayak dengan mata pencarian petani.  Disini para perserta bukan hanya ditawarkan adventure tapi sekaligus berbuat untuk alam melalui penghijauan di desa terdekat dengan gunung saran bersama masyarakat setempat.</p>
<p>2.	Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) Kabupaten Sintang<br />
Tebing Rentap  dengan tinggi tebingnya sekitar 70 m – 95 m. Jenis Batuan Andersit, berlokasi di Desa Insait Panjang Kec. Kelam Permai Kab.Sintang<br />
a.	Kondisi lingkungan  disekitar tebing-tebing lumayan parah dengan adanya penambangan batu  dan usaha sarang walet  melalui lubang-lubang alami yg berbentuk goa di sekitar tebing oleh warga masyarakat setempat demi kebutuhan hidup sehari-hari<br />
b.	Potensi wisata yaitu dIkelola oleh pihak Pemerintah Daerah da mungkin dengan adanya Spesies endemik yang ada ditebing adalah kantong semar (neventes apliata) dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Bisa dijadikan sebagai wisata pengembangan ilmu dan pengetahuan tentang spesies endemik tersebut<br />
Sumber air adalah dari air terjun yg ada dipuncak tebing dengan Penduduk Asli daerah setempat adalah suku dayak yanhg mata pencariannya adalah sebagai petani Peserta disini selain ditawarkan adventure juga diarahkan untuk melakukan baksos di daerah sekitar tebing Rentap bersama dengan penduduk setempat.</p>
<p>3.	Divisi Bamboo Rafting (Arung Jeram) Kabupaten Landak<br />
Lokasi kegiatan yaitu di sungai serimbu dengan panjang 65 km, lebar 50 m – 100 m. Pengarungan diperkirakan selama 5 hari dan selama pengarungan peserta akan melewati 44 desa dan 33 jeram yg harus diarungi dan jeram yang paling berbahaya adalah jeram jambu dan jeram sebabat. Terletak di Desa melanggar Kab. Landak Dengan Great pengarungan 3 – 4<br />
a.	Kondisi lingkungan alam sepanjang sungai serimbu dengan berbagai flora dan fauna yang mendiami sungai serimbu sehingga membuat sungai serimbu makin mempesona. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragam non muslim dengan mata pencarian sebagai petani dan sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)<br />
b.	Potensi Wisata, sungai serimbu terletak di wilayah kabupaten Landak dimana memiliki arus sungai yang desar dan merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan arung jeram hal ini dikarenakan jarak dari ibu kota propinsi yang tidak terlalu jauh sehingga mudah untuk pengembangan wisata terutama di wisata adventure yaitu arung jeram Disini para perserta selain ditawarkan pertualangan sekaligus diarahan untuk menjaga kelestarian daerah pinggir sungai serimbu.</p>
<p>4.	Caving (Penelusuran Goa) Kabupaten Bengkayang<br />
Dalam kegiatan caving kali ini bersifat ekplore kami menyuguhkan 2 Goa yaitu Goa tengkuyung dan Goa Mempelit  dan kedua goa tersebut ada yang vertikal dan  horizontal. Lokasi  di  daerah Gunung Niut Desa Dawar Kec. Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang.<br />
a.	Kondisi  lingkungan di daerah sekitar gunung niut dan goa merupakan kawasan hutan adat yang mana kearipan lokalnya tinggi sekali. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragama non muslim dengan mata pencarian sebagai petani. Disini peserta tidak hanya ditawarkan explore goa tapi  peserta diarahkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.<br />
b.	Potensi wisata di daerah ini selain menawakan pertualangan juga bisa di jadikan laboraturium penelitian ilmiah karena banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk obat terutama obat tradisional.</p>
<p>5.	Wisata Bahari dan Fun Diving Kabupaten Bengkayang<br />
 Di laksanakan di empat kepulauan kecil yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, Pulau Panjang dan Pulau Kabung yang ada di dua kabupaten yaitu Kab. Bengkayang dan Kab. Singkawang. Mata pencarian penduduk adalah nelayan dan petani  Mayoritas masyarakat setempat adalah melayu  dan agama islam Disini juga para perserta bukan hanya ditawarkan akan keindahan wisata bahari tapi sekaligus diarahan untuk menanam terumbu karang di daerah  pesisir pantai kepulauan tersebut<br />
a.	Kondisi lingkungan alam yang ada di kepulauan tersebu tidak terlalu parah tapi hal itu kalau tidak cepat di tanggulangi akan berakibat patal hal ini dikarena abrasi pantai yang semakin hari semakin jelas.<br />
b.	Potensi wisata, wilayah kepulauan ini memiliki potensi wisata yang sangat bagus terutama di bidang bahari dan scuba. Hal ini dikarenakan di daerah Kalimantan barat peminat untuk wisata ini sangat kurang tempat penyalurannya. Sebaiknya pengelolaan di daerah kepulauan ini di pegang atau dikelola oleh pihak pemerintah.</p>
<p>6.	Lingkungan Hidup Kabupaten. Kapuas Hulu<br />
Dilaksanakan di Taman Nasional Danau Sentarum  dengan luas wilayah 12.400 ha Terletak di  4 kecamatan yaitu Kec. Selimbau, Kec. Jongkong Kec. Batang Lupar dan Kec. Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu.<br />
a.	Keadaan Lingkungan alam, berawal dari maraknya illegal loging maka TN danau sentarum juga ikut terambah baik itu oleh masyarakat maupun pihak perusahaan yang memiliki HPH. Bahkan pada saat sekarang ini di zona batas TN Danau sentarum sudah masuk atau terkena oleh perusahaan sawit.<br />
b.	Potensi Wisata, Taman Nasional Danau Sentarum  tidak diragukan lagi akan keindahan panorama alamnya dan selain itu juga memiliki keanekara ragaman flora dan fauna serta Spesies endemik yg ada di Taman Nasional adalah ikan Arwana, Enggang Gading dan salah satu tumbuhan yang spesiesnya sama dengan hutan amazone adalah Pohon Pungguk (cretava religiosa) Di sini peserta akan melakukan investigasi dan sosialisasi betapa pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan serta melakukan penghijaun di daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum bersama masyarakat setempat<br />
7.	Divisi Susur Pantai Kabupaten Sambas<br />
Kegiatan dilakukan di Pesisir Pantai Selimpai yang terletak disebelah  barat Propinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung  dengan Malaysia (Gosong Niger). Desa terdekat yaitu Desa Merbau Kec. Paloh Kabupaten Sambas.<br />
a.	Keadaan Lingkungan alam di sepanjang rute perjalanan wilayah pesisir pantai yang akan dilalui lebih didominasi oleh pasir putih dan karang-karang terjal di sekitar hutan bakau terutama didaerah rawa.<br />
b.	Potensi wisata Pesisir Pantai Selimpai ini merupakan daerah Taman Wisata Alam karena didiami oleh spesies endemik seperti penyu (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing) dan terdapat juga hewan seperti bekantan, monyet ekor panjang dan lain sebagainya. Di sini peserta bukan hanya ditawarkan pertualangan tapi peserta diarahkan untuk melakukan   investigasi dan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.</p>
<p>8.	Penghijauan<br />
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Mimbar Terbuka by samsudinsam</title>
		<link>http://mapala.info/mimbar-terbuka/comment-page-2/#comment-9786</link>
		<dc:creator>samsudinsam</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 15:33:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=390#comment-9786</guid>
		<description>DISKRIPSI KEGIATAN TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN XXII
 MAPALA TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2010

Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 : 
”BUMI KHATULISTIWA SEMAKIN MENCEMASKAN”
Sub Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :
1.	Sub Tema Temu Wicara :”Peran Pencinta Alam Dalam KelestarianLingkungan Hidup”
2.	Sub Tema Kenal Medan : ”Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam” 

Ada pun Rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, adalah :
A.	Stadium General
1.	Kegiatan stadium general adalah Merupakan kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk seminar dengan Narasumbernya yang memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman  tentang kondisi Lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam khusnya di daerah Kalaimantan Barat 
Llokasi kegiatan di Gedung Pontianak Conferation Center 
Tanggal 18 Oktober 2010
2.	Narasumber / Pembicara
Narasumber yang di hadirkan sebagai pembicara berasal dari
a.	Kemantrian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Materi “Peran Kemntrian Negara dan Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan dan Penataan Ekosistem”
b.	Akademisi :  Prof. Dr. H. Samion AR, M.Pd (Ketua STKIP-PGRI Pontianak))
Materi “Peran Lembaga Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan dalam Menyikapai Permasalahan Lingkungan”
c.	Budayawan : Butet Kartha Raharja
Materi “Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam”
d.	NGO : Joko Arif  S.E dan Hermayani S.Hut
Materi “Pengaruh kerusakah hutan indonesia di nilai dari sudut ekonomi dan ekologi”
e.	Sesepuh Mapala : Herman Lantang (Pendiri MAPALA Universitas Indonesia)
Materi “Peran Kepedulian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dilihat dari sudut pangang Mapala Dulu dan Sekarang”

B.	Temu Wicara
Temu Wicara ini adalah kegiatan yang berbentuk sidang atau kongres forum TW-TWKM yang diwakili oleh delegasi dari fungsionaris-fungsionaris organisasi MAPALA Tingkat Peguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam kongres ini akan dibahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang muncul di setiap daerah. Hasilnya Akan dibahas dan dipertimbangkan dalam forum kemudian menjadi bahan rekomendasi dari TWKM untuk diserahkan kepada Pemerintah atau Insatansi yang terkait serta juga diadakan kegiatan konservasi dan penghijauan yang di ikuti Oleh semua Peserta Temu Wicara
Pelaksanaan  
Tempat : Asrama Haji Pontianak / Hotel Merpati Propinsi Kalimantan Barat
Tanggal :18 - 24 Oktober 2010     

C.	Kenal Medan
Kegiatan Kenal Medan ini adalah kegiatan latihan bersama tentang kegiatan kepetualangan yang ada di Kalimantan Barat disesuaikan dengan minat para peserta delegasi agar tercipta kemerataan skill dan terjalin rasa persaudaraan antar Pecinta Alam Se-Indonesia, menghasilkan rumusan yang menyangkut etika (kode etik) bertualang sehingga kegiatan petualangan tetap eksis dan bermanfaat serta persertamampu mencermati keadaan linngkungan yang ada disekitar lokasi medan tersebut..
Kegitan Kenal medan terbagi menjadi tujuh divisi yaitu Gunung Hutan, Panjat Tebing, Bamboo Rafting, Susur Pantai, Susur Goa, Bahari dan Fun Diving serta serta Lingkungan Hidup dengan pelaksanaan di lokasi yang berbeda sesuai  ketetapan dari panitia.
Adapun spesifikasi kegiatan sebagai berikut:
1.	Gunung Hutan
Kegiatan ini berlokasi di Gunung Saran  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
2.	Panjat Tebing
Pemanjatan dilakukan di Tebing Rentap Kec. Kelam Kabupaten Sintang, pelaksanaanya dari  tanggal 18 – 24 Oktober 2010
3.	Bamboo Rafting
Pengarungan dilakukan di daerah Kec.Serimbuk Kabupaten Landak, pelaksanaanya dari tanggal18 – 24 Oktober 2010
4.	Susur Pantai
Susur Pantai dilakukan di Kec.Paloh Kabupaten Sambas, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
5.	Wisata Bahari dan Fun Diving
Dilakukan di daerah Pulau Randayan, Pulau Kabung, Pulau Panjang dan Pulau Lemukutan, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
6.	Susur Goa
Susur Goa dilakukan bersifat mengeksplore gua yang ada di Gunung Niut yaitu Goa Mempelit dan Goa Tengkuyung Kec.Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
7.	Lingkungan Hidup
Dilakukan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kab. Kapuas Hulu, pelaksanaanya dari taanggal 18 - 24 Oktober 2010



8.	Penghijauan 
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010
9.	Inaugration Night 
Yaitu Kegiatan Penutupan rangkaian kegiatan TWKM XXII Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini akan diakhiri dengan malam Pentas Musik yang akan diselenggarakan di Halaman Kampus STKIP-PGRI Pontianak. Pelaksanaanya tanggal 25 Oktober 2010

A.	Gambaran Umum Lokasi Kegiatan
1.	Divisi Gunung Hutan (mountenering) Kabupaten Sintang 
Kegiatan ini dilakukan di Gunung Saran ketinggian kurang lebih 1741 mdpl. Dusun terdekat adalah Dusun Linjau Desa Benua Kencana dan Desa Sungai Kura Kec. Tempunak Kab. Sintang. 
a.	Kondisi lingkungan alam disekitar kaki gunung sudah terambah/di rusak oleh sebuah perusahaan yang memiliki hak penebangan hutan (HPH) dan selain itu juga di lahan yang gersang mulai digarap sebagai perkebunan kelapa sawit.
b.	Potensi wisata yaitu bisa dikembangkan sebagai wisata yang bersifat adventure seperti ouf ridef dan wisata ilmiah hal ini dikarenakan di daerah gunung saran masih memiliki spesies fauna seperti beruang madu, rusa, kijang dan burung ruai serta enggang gading. Sedangkan floranya adalah berbagai macam jenis anggrek dan kantong semar. Mayoritas penduduk masyarakat setempat adalah suku dayak dengan mata pencarian petani.  Disini para perserta bukan hanya ditawarkan adventure tapi sekaligus berbuat untuk alam melalui penghijauan di desa terdekat dengan gunung saran bersama masyarakat setempat.

2.	Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) Kabupaten Sintang
Tebing Rentap  dengan tinggi tebingnya sekitar 70 m – 95 m. Jenis Batuan Andersit, berlokasi di Desa Insait Panjang Kec. Kelam Permai Kab.Sintang
a.	Kondisi lingkungan  disekitar tebing-tebing lumayan parah dengan adanya penambangan batu  dan usaha sarang walet  melalui lubang-lubang alami yg berbentuk goa di sekitar tebing oleh warga masyarakat setempat demi kebutuhan hidup sehari-hari
b.	Potensi wisata yaitu dIkelola oleh pihak Pemerintah Daerah da mungkin dengan adanya Spesies endemik yang ada ditebing adalah kantong semar (neventes apliata) dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Bisa dijadikan sebagai wisata pengembangan ilmu dan pengetahuan tentang spesies endemik tersebut
Sumber air adalah dari air terjun yg ada dipuncak tebing dengan Penduduk Asli daerah setempat adalah suku dayak yanhg mata pencariannya adalah sebagai petani Peserta disini selain ditawarkan adventure juga diarahkan untuk melakukan baksos di daerah sekitar tebing Rentap bersama dengan penduduk setempat.



3.	Divisi Bamboo Rafting (Arung Jeram) Kabupaten Landak
Lokasi kegiatan yaitu di sungai serimbu dengan panjang 65 km, lebar 50 m – 100 m. Pengarungan diperkirakan selama 5 hari dan selama pengarungan peserta akan melewati 44 desa dan 33 jeram yg harus diarungi dan jeram yang paling berbahaya adalah jeram jambu dan jeram sebabat. Terletak di Desa melanggar Kab. Landak Dengan Great pengarungan 3 – 4 
a.	Kondisi lingkungan alam sepanjang sungai serimbu dengan berbagai flora dan fauna yang mendiami sungai serimbu sehingga membuat sungai serimbu makin mempesona. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragam non muslim dengan mata pencarian sebagai petani dan sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) 
b.	Potensi Wisata, sungai serimbu terletak di wilayah kabupaten Landak dimana memiliki arus sungai yang desar dan merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan arung jeram hal ini dikarenakan jarak dari ibu kota propinsi yang tidak terlalu jauh sehingga mudah untuk pengembangan wisata terutama di wisata adventure yaitu arung jeram Disini para perserta selain ditawarkan pertualangan sekaligus diarahan untuk menjaga kelestarian daerah pinggir sungai serimbu.

4.	Caving (Penelusuran Goa) Kabupaten Bengkayang
Dalam kegiatan caving kali ini bersifat ekplore kami menyuguhkan 2 Goa yaitu Goa tengkuyung dan Goa Mempelit  dan kedua goa tersebut ada yang vertikal dan  horizontal. Lokasi  di  daerah Gunung Niut Desa Dawar Kec. Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang. 
a.	Kondisi  lingkungan di daerah sekitar gunung niut dan goa merupakan kawasan hutan adat yang mana kearipan lokalnya tinggi sekali. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragama non muslim dengan mata pencarian sebagai petani. Disini peserta tidak hanya ditawarkan explore goa tapi  peserta diarahkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.
b.	Potensi wisata di daerah ini selain menawakan pertualangan juga bisa di jadikan laboraturium penelitian ilmiah karena banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk obat terutama obat tradisional.

5.	Wisata Bahari dan Fun Diving Kabupaten Bengkayang
 Di laksanakan di empat kepulauan kecil yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, Pulau Panjang dan Pulau Kabung yang ada di dua kabupaten yaitu Kab. Bengkayang dan Kab. Singkawang. Mata pencarian penduduk adalah nelayan dan petani  Mayoritas masyarakat setempat adalah melayu  dan agama islam Disini juga para perserta bukan hanya ditawarkan akan keindahan wisata bahari tapi sekaligus diarahan untuk menanam terumbu karang di daerah  pesisir pantai kepulauan tersebut
a.	Kondisi lingkungan alam yang ada di kepulauan tersebu tidak terlalu parah tapi hal itu kalau tidak cepat di tanggulangi akan berakibat patal hal ini dikarena abrasi pantai yang semakin hari semakin jelas.
b.	Potensi wisata, wilayah kepulauan ini memiliki potensi wisata yang sangat bagus terutama di bidang bahari dan scuba. Hal ini dikarenakan di daerah Kalimantan barat peminat untuk wisata ini sangat kurang tempat penyalurannya. Sebaiknya pengelolaan di daerah kepulauan ini di pegang atau dikelola oleh pihak pemerintah.


6.	Lingkungan Hidup Kabupaten. Kapuas Hulu
Dilaksanakan di Taman Nasional Danau Sentarum  dengan luas wilayah 12.400 ha Terletak di  4 kecamatan yaitu Kec. Selimbau, Kec. Jongkong Kec. Batang Lupar dan Kec. Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu.  
a.	Keadaan Lingkungan alam, berawal dari maraknya illegal loging maka TN danau sentarum juga ikut terambah baik itu oleh masyarakat maupun pihak perusahaan yang memiliki HPH. Bahkan pada saat sekarang ini di zona batas TN Danau sentarum sudah masuk atau terkena oleh perusahaan sawit.
b.	Potensi Wisata, Taman Nasional Danau Sentarum  tidak diragukan lagi akan keindahan panorama alamnya dan selain itu juga memiliki keanekara ragaman flora dan fauna serta Spesies endemik yg ada di Taman Nasional adalah ikan Arwana, Enggang Gading dan salah satu tumbuhan yang spesiesnya sama dengan hutan amazone adalah Pohon Pungguk (cretava religiosa) Di sini peserta akan melakukan investigasi dan sosialisasi betapa pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan serta melakukan penghijaun di daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum bersama masyarakat setempat
7.	Divisi Susur Pantai Kabupaten Sambas
Kegiatan dilakukan di Pesisir Pantai Selimpai yang terletak disebelah  barat Propinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung  dengan Malaysia (Gosong Niger). Desa terdekat yaitu Desa Merbau Kec. Paloh Kabupaten Sambas.
a.	Keadaan Lingkungan alam di sepanjang rute perjalanan wilayah pesisir pantai yang akan dilalui lebih didominasi oleh pasir putih dan karang-karang terjal di sekitar hutan bakau terutama didaerah rawa.
b.	Potensi wisata Pesisir Pantai Selimpai ini merupakan daerah Taman Wisata Alam karena didiami oleh spesies endemik seperti penyu (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing) dan terdapat juga hewan seperti bekantan, monyet ekor panjang dan lain sebagainya. Di sini peserta bukan hanya ditawarkan pertualangan tapi peserta diarahkan untuk melakukan   investigasi dan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.

8.	Penghijauan 
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DISKRIPSI KEGIATAN TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN XXII<br />
 MAPALA TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2010</p>
<p>Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :<br />
”BUMI KHATULISTIWA SEMAKIN MENCEMASKAN”<br />
Sub Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :<br />
1.	Sub Tema Temu Wicara :”Peran Pencinta Alam Dalam KelestarianLingkungan Hidup”<br />
2.	Sub Tema Kenal Medan : ”Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam” </p>
<p>Ada pun Rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, adalah :<br />
A.	Stadium General<br />
1.	Kegiatan stadium general adalah Merupakan kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk seminar dengan Narasumbernya yang memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman  tentang kondisi Lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam khusnya di daerah Kalaimantan Barat<br />
Llokasi kegiatan di Gedung Pontianak Conferation Center<br />
Tanggal 18 Oktober 2010<br />
2.	Narasumber / Pembicara<br />
Narasumber yang di hadirkan sebagai pembicara berasal dari<br />
a.	Kemantrian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia<br />
Materi “Peran Kemntrian Negara dan Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan dan Penataan Ekosistem”<br />
b.	Akademisi :  Prof. Dr. H. Samion AR, M.Pd (Ketua STKIP-PGRI Pontianak))<br />
Materi “Peran Lembaga Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan dalam Menyikapai Permasalahan Lingkungan”<br />
c.	Budayawan : Butet Kartha Raharja<br />
Materi “Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam”<br />
d.	NGO : Joko Arif  S.E dan Hermayani S.Hut<br />
Materi “Pengaruh kerusakah hutan indonesia di nilai dari sudut ekonomi dan ekologi”<br />
e.	Sesepuh Mapala : Herman Lantang (Pendiri MAPALA Universitas Indonesia)<br />
Materi “Peran Kepedulian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dilihat dari sudut pangang Mapala Dulu dan Sekarang”</p>
<p>B.	Temu Wicara<br />
Temu Wicara ini adalah kegiatan yang berbentuk sidang atau kongres forum TW-TWKM yang diwakili oleh delegasi dari fungsionaris-fungsionaris organisasi MAPALA Tingkat Peguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam kongres ini akan dibahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang muncul di setiap daerah. Hasilnya Akan dibahas dan dipertimbangkan dalam forum kemudian menjadi bahan rekomendasi dari TWKM untuk diserahkan kepada Pemerintah atau Insatansi yang terkait serta juga diadakan kegiatan konservasi dan penghijauan yang di ikuti Oleh semua Peserta Temu Wicara<br />
Pelaksanaan<br />
Tempat : Asrama Haji Pontianak / Hotel Merpati Propinsi Kalimantan Barat<br />
Tanggal :18 - 24 Oktober 2010     </p>
<p>C.	Kenal Medan<br />
Kegiatan Kenal Medan ini adalah kegiatan latihan bersama tentang kegiatan kepetualangan yang ada di Kalimantan Barat disesuaikan dengan minat para peserta delegasi agar tercipta kemerataan skill dan terjalin rasa persaudaraan antar Pecinta Alam Se-Indonesia, menghasilkan rumusan yang menyangkut etika (kode etik) bertualang sehingga kegiatan petualangan tetap eksis dan bermanfaat serta persertamampu mencermati keadaan linngkungan yang ada disekitar lokasi medan tersebut..<br />
Kegitan Kenal medan terbagi menjadi tujuh divisi yaitu Gunung Hutan, Panjat Tebing, Bamboo Rafting, Susur Pantai, Susur Goa, Bahari dan Fun Diving serta serta Lingkungan Hidup dengan pelaksanaan di lokasi yang berbeda sesuai  ketetapan dari panitia.<br />
Adapun spesifikasi kegiatan sebagai berikut:<br />
1.	Gunung Hutan<br />
Kegiatan ini berlokasi di Gunung Saran  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
2.	Panjat Tebing<br />
Pemanjatan dilakukan di Tebing Rentap Kec. Kelam Kabupaten Sintang, pelaksanaanya dari  tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
3.	Bamboo Rafting<br />
Pengarungan dilakukan di daerah Kec.Serimbuk Kabupaten Landak, pelaksanaanya dari tanggal18 – 24 Oktober 2010<br />
4.	Susur Pantai<br />
Susur Pantai dilakukan di Kec.Paloh Kabupaten Sambas, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
5.	Wisata Bahari dan Fun Diving<br />
Dilakukan di daerah Pulau Randayan, Pulau Kabung, Pulau Panjang dan Pulau Lemukutan, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
6.	Susur Goa<br />
Susur Goa dilakukan bersifat mengeksplore gua yang ada di Gunung Niut yaitu Goa Mempelit dan Goa Tengkuyung Kec.Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
7.	Lingkungan Hidup<br />
Dilakukan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kab. Kapuas Hulu, pelaksanaanya dari taanggal 18 - 24 Oktober 2010</p>
<p>8.	Penghijauan<br />
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010<br />
9.	Inaugration Night<br />
Yaitu Kegiatan Penutupan rangkaian kegiatan TWKM XXII Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini akan diakhiri dengan malam Pentas Musik yang akan diselenggarakan di Halaman Kampus STKIP-PGRI Pontianak. Pelaksanaanya tanggal 25 Oktober 2010</p>
<p>A.	Gambaran Umum Lokasi Kegiatan<br />
1.	Divisi Gunung Hutan (mountenering) Kabupaten Sintang<br />
Kegiatan ini dilakukan di Gunung Saran ketinggian kurang lebih 1741 mdpl. Dusun terdekat adalah Dusun Linjau Desa Benua Kencana dan Desa Sungai Kura Kec. Tempunak Kab. Sintang.<br />
a.	Kondisi lingkungan alam disekitar kaki gunung sudah terambah/di rusak oleh sebuah perusahaan yang memiliki hak penebangan hutan (HPH) dan selain itu juga di lahan yang gersang mulai digarap sebagai perkebunan kelapa sawit.<br />
b.	Potensi wisata yaitu bisa dikembangkan sebagai wisata yang bersifat adventure seperti ouf ridef dan wisata ilmiah hal ini dikarenakan di daerah gunung saran masih memiliki spesies fauna seperti beruang madu, rusa, kijang dan burung ruai serta enggang gading. Sedangkan floranya adalah berbagai macam jenis anggrek dan kantong semar. Mayoritas penduduk masyarakat setempat adalah suku dayak dengan mata pencarian petani.  Disini para perserta bukan hanya ditawarkan adventure tapi sekaligus berbuat untuk alam melalui penghijauan di desa terdekat dengan gunung saran bersama masyarakat setempat.</p>
<p>2.	Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) Kabupaten Sintang<br />
Tebing Rentap  dengan tinggi tebingnya sekitar 70 m – 95 m. Jenis Batuan Andersit, berlokasi di Desa Insait Panjang Kec. Kelam Permai Kab.Sintang<br />
a.	Kondisi lingkungan  disekitar tebing-tebing lumayan parah dengan adanya penambangan batu  dan usaha sarang walet  melalui lubang-lubang alami yg berbentuk goa di sekitar tebing oleh warga masyarakat setempat demi kebutuhan hidup sehari-hari<br />
b.	Potensi wisata yaitu dIkelola oleh pihak Pemerintah Daerah da mungkin dengan adanya Spesies endemik yang ada ditebing adalah kantong semar (neventes apliata) dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Bisa dijadikan sebagai wisata pengembangan ilmu dan pengetahuan tentang spesies endemik tersebut<br />
Sumber air adalah dari air terjun yg ada dipuncak tebing dengan Penduduk Asli daerah setempat adalah suku dayak yanhg mata pencariannya adalah sebagai petani Peserta disini selain ditawarkan adventure juga diarahkan untuk melakukan baksos di daerah sekitar tebing Rentap bersama dengan penduduk setempat.</p>
<p>3.	Divisi Bamboo Rafting (Arung Jeram) Kabupaten Landak<br />
Lokasi kegiatan yaitu di sungai serimbu dengan panjang 65 km, lebar 50 m – 100 m. Pengarungan diperkirakan selama 5 hari dan selama pengarungan peserta akan melewati 44 desa dan 33 jeram yg harus diarungi dan jeram yang paling berbahaya adalah jeram jambu dan jeram sebabat. Terletak di Desa melanggar Kab. Landak Dengan Great pengarungan 3 – 4<br />
a.	Kondisi lingkungan alam sepanjang sungai serimbu dengan berbagai flora dan fauna yang mendiami sungai serimbu sehingga membuat sungai serimbu makin mempesona. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragam non muslim dengan mata pencarian sebagai petani dan sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)<br />
b.	Potensi Wisata, sungai serimbu terletak di wilayah kabupaten Landak dimana memiliki arus sungai yang desar dan merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan arung jeram hal ini dikarenakan jarak dari ibu kota propinsi yang tidak terlalu jauh sehingga mudah untuk pengembangan wisata terutama di wisata adventure yaitu arung jeram Disini para perserta selain ditawarkan pertualangan sekaligus diarahan untuk menjaga kelestarian daerah pinggir sungai serimbu.</p>
<p>4.	Caving (Penelusuran Goa) Kabupaten Bengkayang<br />
Dalam kegiatan caving kali ini bersifat ekplore kami menyuguhkan 2 Goa yaitu Goa tengkuyung dan Goa Mempelit  dan kedua goa tersebut ada yang vertikal dan  horizontal. Lokasi  di  daerah Gunung Niut Desa Dawar Kec. Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang.<br />
a.	Kondisi  lingkungan di daerah sekitar gunung niut dan goa merupakan kawasan hutan adat yang mana kearipan lokalnya tinggi sekali. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragama non muslim dengan mata pencarian sebagai petani. Disini peserta tidak hanya ditawarkan explore goa tapi  peserta diarahkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.<br />
b.	Potensi wisata di daerah ini selain menawakan pertualangan juga bisa di jadikan laboraturium penelitian ilmiah karena banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk obat terutama obat tradisional.</p>
<p>5.	Wisata Bahari dan Fun Diving Kabupaten Bengkayang<br />
 Di laksanakan di empat kepulauan kecil yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, Pulau Panjang dan Pulau Kabung yang ada di dua kabupaten yaitu Kab. Bengkayang dan Kab. Singkawang. Mata pencarian penduduk adalah nelayan dan petani  Mayoritas masyarakat setempat adalah melayu  dan agama islam Disini juga para perserta bukan hanya ditawarkan akan keindahan wisata bahari tapi sekaligus diarahan untuk menanam terumbu karang di daerah  pesisir pantai kepulauan tersebut<br />
a.	Kondisi lingkungan alam yang ada di kepulauan tersebu tidak terlalu parah tapi hal itu kalau tidak cepat di tanggulangi akan berakibat patal hal ini dikarena abrasi pantai yang semakin hari semakin jelas.<br />
b.	Potensi wisata, wilayah kepulauan ini memiliki potensi wisata yang sangat bagus terutama di bidang bahari dan scuba. Hal ini dikarenakan di daerah Kalimantan barat peminat untuk wisata ini sangat kurang tempat penyalurannya. Sebaiknya pengelolaan di daerah kepulauan ini di pegang atau dikelola oleh pihak pemerintah.</p>
<p>6.	Lingkungan Hidup Kabupaten. Kapuas Hulu<br />
Dilaksanakan di Taman Nasional Danau Sentarum  dengan luas wilayah 12.400 ha Terletak di  4 kecamatan yaitu Kec. Selimbau, Kec. Jongkong Kec. Batang Lupar dan Kec. Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu.<br />
a.	Keadaan Lingkungan alam, berawal dari maraknya illegal loging maka TN danau sentarum juga ikut terambah baik itu oleh masyarakat maupun pihak perusahaan yang memiliki HPH. Bahkan pada saat sekarang ini di zona batas TN Danau sentarum sudah masuk atau terkena oleh perusahaan sawit.<br />
b.	Potensi Wisata, Taman Nasional Danau Sentarum  tidak diragukan lagi akan keindahan panorama alamnya dan selain itu juga memiliki keanekara ragaman flora dan fauna serta Spesies endemik yg ada di Taman Nasional adalah ikan Arwana, Enggang Gading dan salah satu tumbuhan yang spesiesnya sama dengan hutan amazone adalah Pohon Pungguk (cretava religiosa) Di sini peserta akan melakukan investigasi dan sosialisasi betapa pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan serta melakukan penghijaun di daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum bersama masyarakat setempat<br />
7.	Divisi Susur Pantai Kabupaten Sambas<br />
Kegiatan dilakukan di Pesisir Pantai Selimpai yang terletak disebelah  barat Propinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung  dengan Malaysia (Gosong Niger). Desa terdekat yaitu Desa Merbau Kec. Paloh Kabupaten Sambas.<br />
a.	Keadaan Lingkungan alam di sepanjang rute perjalanan wilayah pesisir pantai yang akan dilalui lebih didominasi oleh pasir putih dan karang-karang terjal di sekitar hutan bakau terutama didaerah rawa.<br />
b.	Potensi wisata Pesisir Pantai Selimpai ini merupakan daerah Taman Wisata Alam karena didiami oleh spesies endemik seperti penyu (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing) dan terdapat juga hewan seperti bekantan, monyet ekor panjang dan lain sebagainya. Di sini peserta bukan hanya ditawarkan pertualangan tapi peserta diarahkan untuk melakukan   investigasi dan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.</p>
<p>8.	Penghijauan<br />
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Agenda by free</title>
		<link>http://mapala.info/agenda/comment-page-1/#comment-9785</link>
		<dc:creator>free</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 14 Aug 2010 15:28:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=386#comment-9785</guid>
		<description>DISKRIPSI KEGIATAN TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN XXII
 MAPALA TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2010

Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 : 
”BUMI KHATULISTIWA SEMAKIN MENCEMASKAN”
Sub Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :
1.	Sub Tema Temu Wicara :”Peran Pencinta Alam Dalam KelestarianLingkungan Hidup”
2.	Sub Tema Kenal Medan : ”Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam” 

Ada pun Rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, adalah :
A.	Stadium General
1.	Kegiatan stadium general adalah Merupakan kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk seminar dengan Narasumbernya yang memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman  tentang kondisi Lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam khusnya di daerah Kalaimantan Barat 
Llokasi kegiatan di Gedung Pontianak Conferation Center 
Tanggal 18 Oktober 2010
2.	Narasumber / Pembicara
Narasumber yang di hadirkan sebagai pembicara berasal dari
a.	Kemantrian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia
Materi “Peran Kemntrian Negara dan Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan dan Penataan Ekosistem”
b.	Akademisi :  Prof. Dr. H. Samion AR, M.Pd (Ketua STKIP-PGRI Pontianak))
Materi “Peran Lembaga Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan dalam Menyikapai Permasalahan Lingkungan”
c.	Budayawan : Butet Kartha Raharja
Materi “Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam”
d.	NGO : Joko Arif  S.E dan Hermayani S.Hut
Materi “Pengaruh kerusakah hutan indonesia di nilai dari sudut ekonomi dan ekologi”
e.	Sesepuh Mapala : Herman Lantang (Pendiri MAPALA Universitas Indonesia)
Materi “Peran Kepedulian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dilihat dari sudut pangang Mapala Dulu dan Sekarang”

B.	Temu Wicara
Temu Wicara ini adalah kegiatan yang berbentuk sidang atau kongres forum TW-TWKM yang diwakili oleh delegasi dari fungsionaris-fungsionaris organisasi MAPALA Tingkat Peguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam kongres ini akan dibahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang muncul di setiap daerah. Hasilnya Akan dibahas dan dipertimbangkan dalam forum kemudian menjadi bahan rekomendasi dari TWKM untuk diserahkan kepada Pemerintah atau Insatansi yang terkait serta juga diadakan kegiatan konservasi dan penghijauan yang di ikuti Oleh semua Peserta Temu Wicara
Pelaksanaan  
Tempat : Asrama Haji Pontianak / Hotel Merpati Propinsi Kalimantan Barat
Tanggal :18 - 24 Oktober 2010     

C.	Kenal Medan
Kegiatan Kenal Medan ini adalah kegiatan latihan bersama tentang kegiatan kepetualangan yang ada di Kalimantan Barat disesuaikan dengan minat para peserta delegasi agar tercipta kemerataan skill dan terjalin rasa persaudaraan antar Pecinta Alam Se-Indonesia, menghasilkan rumusan yang menyangkut etika (kode etik) bertualang sehingga kegiatan petualangan tetap eksis dan bermanfaat serta persertamampu mencermati keadaan linngkungan yang ada disekitar lokasi medan tersebut..
Kegitan Kenal medan terbagi menjadi tujuh divisi yaitu Gunung Hutan, Panjat Tebing, Bamboo Rafting, Susur Pantai, Susur Goa, Bahari dan Fun Diving serta serta Lingkungan Hidup dengan pelaksanaan di lokasi yang berbeda sesuai  ketetapan dari panitia.
Adapun spesifikasi kegiatan sebagai berikut:
1.	Gunung Hutan
Kegiatan ini berlokasi di Gunung Saran  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
2.	Panjat Tebing
Pemanjatan dilakukan di Tebing Rentap Kec. Kelam Kabupaten Sintang, pelaksanaanya dari  tanggal 18 – 24 Oktober 2010
3.	Bamboo Rafting
Pengarungan dilakukan di daerah Kec.Serimbuk Kabupaten Landak, pelaksanaanya dari tanggal18 – 24 Oktober 2010
4.	Susur Pantai
Susur Pantai dilakukan di Kec.Paloh Kabupaten Sambas, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
5.	Wisata Bahari dan Fun Diving
Dilakukan di daerah Pulau Randayan, Pulau Kabung, Pulau Panjang dan Pulau Lemukutan, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
6.	Susur Goa
Susur Goa dilakukan bersifat mengeksplore gua yang ada di Gunung Niut yaitu Goa Mempelit dan Goa Tengkuyung Kec.Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010
7.	Lingkungan Hidup
Dilakukan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kab. Kapuas Hulu, pelaksanaanya dari taanggal 18 - 24 Oktober 2010



8.	Penghijauan 
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010
9.	Inaugration Night 
Yaitu Kegiatan Penutupan rangkaian kegiatan TWKM XXII Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini akan diakhiri dengan malam Pentas Musik yang akan diselenggarakan di Halaman Kampus STKIP-PGRI Pontianak. Pelaksanaanya tanggal 25 Oktober 2010

A.	Gambaran Umum Lokasi Kegiatan
1.	Divisi Gunung Hutan (mountenering) Kabupaten Sintang 
Kegiatan ini dilakukan di Gunung Saran ketinggian kurang lebih 1741 mdpl. Dusun terdekat adalah Dusun Linjau Desa Benua Kencana dan Desa Sungai Kura Kec. Tempunak Kab. Sintang. 
a.	Kondisi lingkungan alam disekitar kaki gunung sudah terambah/di rusak oleh sebuah perusahaan yang memiliki hak penebangan hutan (HPH) dan selain itu juga di lahan yang gersang mulai digarap sebagai perkebunan kelapa sawit.
b.	Potensi wisata yaitu bisa dikembangkan sebagai wisata yang bersifat adventure seperti ouf ridef dan wisata ilmiah hal ini dikarenakan di daerah gunung saran masih memiliki spesies fauna seperti beruang madu, rusa, kijang dan burung ruai serta enggang gading. Sedangkan floranya adalah berbagai macam jenis anggrek dan kantong semar. Mayoritas penduduk masyarakat setempat adalah suku dayak dengan mata pencarian petani.  Disini para perserta bukan hanya ditawarkan adventure tapi sekaligus berbuat untuk alam melalui penghijauan di desa terdekat dengan gunung saran bersama masyarakat setempat.

2.	Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) Kabupaten Sintang
Tebing Rentap  dengan tinggi tebingnya sekitar 70 m – 95 m. Jenis Batuan Andersit, berlokasi di Desa Insait Panjang Kec. Kelam Permai Kab.Sintang
a.	Kondisi lingkungan  disekitar tebing-tebing lumayan parah dengan adanya penambangan batu  dan usaha sarang walet  melalui lubang-lubang alami yg berbentuk goa di sekitar tebing oleh warga masyarakat setempat demi kebutuhan hidup sehari-hari
b.	Potensi wisata yaitu dIkelola oleh pihak Pemerintah Daerah da mungkin dengan adanya Spesies endemik yang ada ditebing adalah kantong semar (neventes apliata) dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Bisa dijadikan sebagai wisata pengembangan ilmu dan pengetahuan tentang spesies endemik tersebut
Sumber air adalah dari air terjun yg ada dipuncak tebing dengan Penduduk Asli daerah setempat adalah suku dayak yanhg mata pencariannya adalah sebagai petani Peserta disini selain ditawarkan adventure juga diarahkan untuk melakukan baksos di daerah sekitar tebing Rentap bersama dengan penduduk setempat.



3.	Divisi Bamboo Rafting (Arung Jeram) Kabupaten Landak
Lokasi kegiatan yaitu di sungai serimbu dengan panjang 65 km, lebar 50 m – 100 m. Pengarungan diperkirakan selama 5 hari dan selama pengarungan peserta akan melewati 44 desa dan 33 jeram yg harus diarungi dan jeram yang paling berbahaya adalah jeram jambu dan jeram sebabat. Terletak di Desa melanggar Kab. Landak Dengan Great pengarungan 3 – 4 
a.	Kondisi lingkungan alam sepanjang sungai serimbu dengan berbagai flora dan fauna yang mendiami sungai serimbu sehingga membuat sungai serimbu makin mempesona. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragam non muslim dengan mata pencarian sebagai petani dan sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) 
b.	Potensi Wisata, sungai serimbu terletak di wilayah kabupaten Landak dimana memiliki arus sungai yang desar dan merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan arung jeram hal ini dikarenakan jarak dari ibu kota propinsi yang tidak terlalu jauh sehingga mudah untuk pengembangan wisata terutama di wisata adventure yaitu arung jeram Disini para perserta selain ditawarkan pertualangan sekaligus diarahan untuk menjaga kelestarian daerah pinggir sungai serimbu.

4.	Caving (Penelusuran Goa) Kabupaten Bengkayang
Dalam kegiatan caving kali ini bersifat ekplore kami menyuguhkan 2 Goa yaitu Goa tengkuyung dan Goa Mempelit  dan kedua goa tersebut ada yang vertikal dan  horizontal. Lokasi  di  daerah Gunung Niut Desa Dawar Kec. Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang. 
a.	Kondisi  lingkungan di daerah sekitar gunung niut dan goa merupakan kawasan hutan adat yang mana kearipan lokalnya tinggi sekali. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragama non muslim dengan mata pencarian sebagai petani. Disini peserta tidak hanya ditawarkan explore goa tapi  peserta diarahkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.
b.	Potensi wisata di daerah ini selain menawakan pertualangan juga bisa di jadikan laboraturium penelitian ilmiah karena banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk obat terutama obat tradisional.

5.	Wisata Bahari dan Fun Diving Kabupaten Bengkayang
 Di laksanakan di empat kepulauan kecil yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, Pulau Panjang dan Pulau Kabung yang ada di dua kabupaten yaitu Kab. Bengkayang dan Kab. Singkawang. Mata pencarian penduduk adalah nelayan dan petani  Mayoritas masyarakat setempat adalah melayu  dan agama islam Disini juga para perserta bukan hanya ditawarkan akan keindahan wisata bahari tapi sekaligus diarahan untuk menanam terumbu karang di daerah  pesisir pantai kepulauan tersebut
a.	Kondisi lingkungan alam yang ada di kepulauan tersebu tidak terlalu parah tapi hal itu kalau tidak cepat di tanggulangi akan berakibat patal hal ini dikarena abrasi pantai yang semakin hari semakin jelas.
b.	Potensi wisata, wilayah kepulauan ini memiliki potensi wisata yang sangat bagus terutama di bidang bahari dan scuba. Hal ini dikarenakan di daerah Kalimantan barat peminat untuk wisata ini sangat kurang tempat penyalurannya. Sebaiknya pengelolaan di daerah kepulauan ini di pegang atau dikelola oleh pihak pemerintah.


6.	Lingkungan Hidup Kabupaten. Kapuas Hulu
Dilaksanakan di Taman Nasional Danau Sentarum  dengan luas wilayah 12.400 ha Terletak di  4 kecamatan yaitu Kec. Selimbau, Kec. Jongkong Kec. Batang Lupar dan Kec. Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu.  
a.	Keadaan Lingkungan alam, berawal dari maraknya illegal loging maka TN danau sentarum juga ikut terambah baik itu oleh masyarakat maupun pihak perusahaan yang memiliki HPH. Bahkan pada saat sekarang ini di zona batas TN Danau sentarum sudah masuk atau terkena oleh perusahaan sawit.
b.	Potensi Wisata, Taman Nasional Danau Sentarum  tidak diragukan lagi akan keindahan panorama alamnya dan selain itu juga memiliki keanekara ragaman flora dan fauna serta Spesies endemik yg ada di Taman Nasional adalah ikan Arwana, Enggang Gading dan salah satu tumbuhan yang spesiesnya sama dengan hutan amazone adalah Pohon Pungguk (cretava religiosa) Di sini peserta akan melakukan investigasi dan sosialisasi betapa pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan serta melakukan penghijaun di daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum bersama masyarakat setempat
7.	Divisi Susur Pantai Kabupaten Sambas
Kegiatan dilakukan di Pesisir Pantai Selimpai yang terletak disebelah  barat Propinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung  dengan Malaysia (Gosong Niger). Desa terdekat yaitu Desa Merbau Kec. Paloh Kabupaten Sambas.
a.	Keadaan Lingkungan alam di sepanjang rute perjalanan wilayah pesisir pantai yang akan dilalui lebih didominasi oleh pasir putih dan karang-karang terjal di sekitar hutan bakau terutama didaerah rawa.
b.	Potensi wisata Pesisir Pantai Selimpai ini merupakan daerah Taman Wisata Alam karena didiami oleh spesies endemik seperti penyu (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing) dan terdapat juga hewan seperti bekantan, monyet ekor panjang dan lain sebagainya. Di sini peserta bukan hanya ditawarkan pertualangan tapi peserta diarahkan untuk melakukan   investigasi dan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.

8.	Penghijauan 
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>DISKRIPSI KEGIATAN TEMU WICARA DAN KENAL MEDAN XXII<br />
 MAPALA TINGKAT PERGURUAN TINGGI SE-INDONESIA TAHUN 2010</p>
<p>Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :<br />
”BUMI KHATULISTIWA SEMAKIN MENCEMASKAN”<br />
Sub Tema TWKM XXII Mapala Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia tahun 2010 :<br />
1.	Sub Tema Temu Wicara :”Peran Pencinta Alam Dalam KelestarianLingkungan Hidup”<br />
2.	Sub Tema Kenal Medan : ”Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam” </p>
<p>Ada pun Rangkaian kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia, adalah :<br />
A.	Stadium General<br />
1.	Kegiatan stadium general adalah Merupakan kegiatan Kuliah Umum dalam bentuk seminar dengan Narasumbernya yang memiliki kompetensi pengetahuan dan pemahaman  tentang kondisi Lingkungan dan pengelolaan sumber daya alam khusnya di daerah Kalaimantan Barat<br />
Llokasi kegiatan di Gedung Pontianak Conferation Center<br />
Tanggal 18 Oktober 2010<br />
2.	Narasumber / Pembicara<br />
Narasumber yang di hadirkan sebagai pembicara berasal dari<br />
a.	Kemantrian Negara dan Lingkungan Hidup Republik Indonesia<br />
Materi “Peran Kemntrian Negara dan Lingkungan Hidup dalam Pengelolaan dan Penataan Ekosistem”<br />
b.	Akademisi :  Prof. Dr. H. Samion AR, M.Pd (Ketua STKIP-PGRI Pontianak))<br />
Materi “Peran Lembaga Pendidikan yang Berwawasan Lingkungan dalam Menyikapai Permasalahan Lingkungan”<br />
c.	Budayawan : Butet Kartha Raharja<br />
Materi “Seiring Langkah Mari Kita Berbuat dan Belajar Dari Alam”<br />
d.	NGO : Joko Arif  S.E dan Hermayani S.Hut<br />
Materi “Pengaruh kerusakah hutan indonesia di nilai dari sudut ekonomi dan ekologi”<br />
e.	Sesepuh Mapala : Herman Lantang (Pendiri MAPALA Universitas Indonesia)<br />
Materi “Peran Kepedulian Mahasiswa Pencinta Alam terhadap lingkungan dilihat dari sudut pangang Mapala Dulu dan Sekarang”</p>
<p>B.	Temu Wicara<br />
Temu Wicara ini adalah kegiatan yang berbentuk sidang atau kongres forum TW-TWKM yang diwakili oleh delegasi dari fungsionaris-fungsionaris organisasi MAPALA Tingkat Peguruan Tinggi Se-Indonesia. Dalam kongres ini akan dibahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan kondisi lingkungan yang muncul di setiap daerah. Hasilnya Akan dibahas dan dipertimbangkan dalam forum kemudian menjadi bahan rekomendasi dari TWKM untuk diserahkan kepada Pemerintah atau Insatansi yang terkait serta juga diadakan kegiatan konservasi dan penghijauan yang di ikuti Oleh semua Peserta Temu Wicara<br />
Pelaksanaan<br />
Tempat : Asrama Haji Pontianak / Hotel Merpati Propinsi Kalimantan Barat<br />
Tanggal :18 - 24 Oktober 2010     </p>
<p>C.	Kenal Medan<br />
Kegiatan Kenal Medan ini adalah kegiatan latihan bersama tentang kegiatan kepetualangan yang ada di Kalimantan Barat disesuaikan dengan minat para peserta delegasi agar tercipta kemerataan skill dan terjalin rasa persaudaraan antar Pecinta Alam Se-Indonesia, menghasilkan rumusan yang menyangkut etika (kode etik) bertualang sehingga kegiatan petualangan tetap eksis dan bermanfaat serta persertamampu mencermati keadaan linngkungan yang ada disekitar lokasi medan tersebut..<br />
Kegitan Kenal medan terbagi menjadi tujuh divisi yaitu Gunung Hutan, Panjat Tebing, Bamboo Rafting, Susur Pantai, Susur Goa, Bahari dan Fun Diving serta serta Lingkungan Hidup dengan pelaksanaan di lokasi yang berbeda sesuai  ketetapan dari panitia.<br />
Adapun spesifikasi kegiatan sebagai berikut:<br />
1.	Gunung Hutan<br />
Kegiatan ini berlokasi di Gunung Saran  Kabupaten Sintang dan Kabupaten Melawi, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
2.	Panjat Tebing<br />
Pemanjatan dilakukan di Tebing Rentap Kec. Kelam Kabupaten Sintang, pelaksanaanya dari  tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
3.	Bamboo Rafting<br />
Pengarungan dilakukan di daerah Kec.Serimbuk Kabupaten Landak, pelaksanaanya dari tanggal18 – 24 Oktober 2010<br />
4.	Susur Pantai<br />
Susur Pantai dilakukan di Kec.Paloh Kabupaten Sambas, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
5.	Wisata Bahari dan Fun Diving<br />
Dilakukan di daerah Pulau Randayan, Pulau Kabung, Pulau Panjang dan Pulau Lemukutan, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
6.	Susur Goa<br />
Susur Goa dilakukan bersifat mengeksplore gua yang ada di Gunung Niut yaitu Goa Mempelit dan Goa Tengkuyung Kec.Sanggau Ledo Kab. Bengkayang, pelaksanaanya dari tanggal 18 – 24 Oktober 2010<br />
7.	Lingkungan Hidup<br />
Dilakukan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum Kab. Kapuas Hulu, pelaksanaanya dari taanggal 18 - 24 Oktober 2010</p>
<p>8.	Penghijauan<br />
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010<br />
9.	Inaugration Night<br />
Yaitu Kegiatan Penutupan rangkaian kegiatan TWKM XXII Mahasiswa Pencinta Alam Tingkat Perguruan Tinggi Se-Indonesia ini akan diakhiri dengan malam Pentas Musik yang akan diselenggarakan di Halaman Kampus STKIP-PGRI Pontianak. Pelaksanaanya tanggal 25 Oktober 2010</p>
<p>A.	Gambaran Umum Lokasi Kegiatan<br />
1.	Divisi Gunung Hutan (mountenering) Kabupaten Sintang<br />
Kegiatan ini dilakukan di Gunung Saran ketinggian kurang lebih 1741 mdpl. Dusun terdekat adalah Dusun Linjau Desa Benua Kencana dan Desa Sungai Kura Kec. Tempunak Kab. Sintang.<br />
a.	Kondisi lingkungan alam disekitar kaki gunung sudah terambah/di rusak oleh sebuah perusahaan yang memiliki hak penebangan hutan (HPH) dan selain itu juga di lahan yang gersang mulai digarap sebagai perkebunan kelapa sawit.<br />
b.	Potensi wisata yaitu bisa dikembangkan sebagai wisata yang bersifat adventure seperti ouf ridef dan wisata ilmiah hal ini dikarenakan di daerah gunung saran masih memiliki spesies fauna seperti beruang madu, rusa, kijang dan burung ruai serta enggang gading. Sedangkan floranya adalah berbagai macam jenis anggrek dan kantong semar. Mayoritas penduduk masyarakat setempat adalah suku dayak dengan mata pencarian petani.  Disini para perserta bukan hanya ditawarkan adventure tapi sekaligus berbuat untuk alam melalui penghijauan di desa terdekat dengan gunung saran bersama masyarakat setempat.</p>
<p>2.	Divisi Rock Climbing (Panjat Tebing) Kabupaten Sintang<br />
Tebing Rentap  dengan tinggi tebingnya sekitar 70 m – 95 m. Jenis Batuan Andersit, berlokasi di Desa Insait Panjang Kec. Kelam Permai Kab.Sintang<br />
a.	Kondisi lingkungan  disekitar tebing-tebing lumayan parah dengan adanya penambangan batu  dan usaha sarang walet  melalui lubang-lubang alami yg berbentuk goa di sekitar tebing oleh warga masyarakat setempat demi kebutuhan hidup sehari-hari<br />
b.	Potensi wisata yaitu dIkelola oleh pihak Pemerintah Daerah da mungkin dengan adanya Spesies endemik yang ada ditebing adalah kantong semar (neventes apliata) dan merupakan satu-satunya yang ada di dunia. Bisa dijadikan sebagai wisata pengembangan ilmu dan pengetahuan tentang spesies endemik tersebut<br />
Sumber air adalah dari air terjun yg ada dipuncak tebing dengan Penduduk Asli daerah setempat adalah suku dayak yanhg mata pencariannya adalah sebagai petani Peserta disini selain ditawarkan adventure juga diarahkan untuk melakukan baksos di daerah sekitar tebing Rentap bersama dengan penduduk setempat.</p>
<p>3.	Divisi Bamboo Rafting (Arung Jeram) Kabupaten Landak<br />
Lokasi kegiatan yaitu di sungai serimbu dengan panjang 65 km, lebar 50 m – 100 m. Pengarungan diperkirakan selama 5 hari dan selama pengarungan peserta akan melewati 44 desa dan 33 jeram yg harus diarungi dan jeram yang paling berbahaya adalah jeram jambu dan jeram sebabat. Terletak di Desa melanggar Kab. Landak Dengan Great pengarungan 3 – 4<br />
a.	Kondisi lingkungan alam sepanjang sungai serimbu dengan berbagai flora dan fauna yang mendiami sungai serimbu sehingga membuat sungai serimbu makin mempesona. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragam non muslim dengan mata pencarian sebagai petani dan sebagai Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)<br />
b.	Potensi Wisata, sungai serimbu terletak di wilayah kabupaten Landak dimana memiliki arus sungai yang desar dan merupakan tempat yang strategis untuk pengembangan arung jeram hal ini dikarenakan jarak dari ibu kota propinsi yang tidak terlalu jauh sehingga mudah untuk pengembangan wisata terutama di wisata adventure yaitu arung jeram Disini para perserta selain ditawarkan pertualangan sekaligus diarahan untuk menjaga kelestarian daerah pinggir sungai serimbu.</p>
<p>4.	Caving (Penelusuran Goa) Kabupaten Bengkayang<br />
Dalam kegiatan caving kali ini bersifat ekplore kami menyuguhkan 2 Goa yaitu Goa tengkuyung dan Goa Mempelit  dan kedua goa tersebut ada yang vertikal dan  horizontal. Lokasi  di  daerah Gunung Niut Desa Dawar Kec. Sanggau Ledo Kabupaten Bengkayang.<br />
a.	Kondisi  lingkungan di daerah sekitar gunung niut dan goa merupakan kawasan hutan adat yang mana kearipan lokalnya tinggi sekali. Mayoritas masyarakat adalah dayak dan beragama non muslim dengan mata pencarian sebagai petani. Disini peserta tidak hanya ditawarkan explore goa tapi  peserta diarahkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.<br />
b.	Potensi wisata di daerah ini selain menawakan pertualangan juga bisa di jadikan laboraturium penelitian ilmiah karena banyak sekali terdapat tumbuh-tumbuhan yang berfungsi untuk obat terutama obat tradisional.</p>
<p>5.	Wisata Bahari dan Fun Diving Kabupaten Bengkayang<br />
 Di laksanakan di empat kepulauan kecil yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, Pulau Panjang dan Pulau Kabung yang ada di dua kabupaten yaitu Kab. Bengkayang dan Kab. Singkawang. Mata pencarian penduduk adalah nelayan dan petani  Mayoritas masyarakat setempat adalah melayu  dan agama islam Disini juga para perserta bukan hanya ditawarkan akan keindahan wisata bahari tapi sekaligus diarahan untuk menanam terumbu karang di daerah  pesisir pantai kepulauan tersebut<br />
a.	Kondisi lingkungan alam yang ada di kepulauan tersebu tidak terlalu parah tapi hal itu kalau tidak cepat di tanggulangi akan berakibat patal hal ini dikarena abrasi pantai yang semakin hari semakin jelas.<br />
b.	Potensi wisata, wilayah kepulauan ini memiliki potensi wisata yang sangat bagus terutama di bidang bahari dan scuba. Hal ini dikarenakan di daerah Kalimantan barat peminat untuk wisata ini sangat kurang tempat penyalurannya. Sebaiknya pengelolaan di daerah kepulauan ini di pegang atau dikelola oleh pihak pemerintah.</p>
<p>6.	Lingkungan Hidup Kabupaten. Kapuas Hulu<br />
Dilaksanakan di Taman Nasional Danau Sentarum  dengan luas wilayah 12.400 ha Terletak di  4 kecamatan yaitu Kec. Selimbau, Kec. Jongkong Kec. Batang Lupar dan Kec. Suhaid Kabupaten Kapuas Hulu.<br />
a.	Keadaan Lingkungan alam, berawal dari maraknya illegal loging maka TN danau sentarum juga ikut terambah baik itu oleh masyarakat maupun pihak perusahaan yang memiliki HPH. Bahkan pada saat sekarang ini di zona batas TN Danau sentarum sudah masuk atau terkena oleh perusahaan sawit.<br />
b.	Potensi Wisata, Taman Nasional Danau Sentarum  tidak diragukan lagi akan keindahan panorama alamnya dan selain itu juga memiliki keanekara ragaman flora dan fauna serta Spesies endemik yg ada di Taman Nasional adalah ikan Arwana, Enggang Gading dan salah satu tumbuhan yang spesiesnya sama dengan hutan amazone adalah Pohon Pungguk (cretava religiosa) Di sini peserta akan melakukan investigasi dan sosialisasi betapa pentingnya arti lingkungan bagi kehidupan serta melakukan penghijaun di daerah sekitar Taman Nasional Danau Sentarum bersama masyarakat setempat<br />
7.	Divisi Susur Pantai Kabupaten Sambas<br />
Kegiatan dilakukan di Pesisir Pantai Selimpai yang terletak disebelah  barat Propinsi Kalimantan Barat dan berbatasan langsung  dengan Malaysia (Gosong Niger). Desa terdekat yaitu Desa Merbau Kec. Paloh Kabupaten Sambas.<br />
a.	Keadaan Lingkungan alam di sepanjang rute perjalanan wilayah pesisir pantai yang akan dilalui lebih didominasi oleh pasir putih dan karang-karang terjal di sekitar hutan bakau terutama didaerah rawa.<br />
b.	Potensi wisata Pesisir Pantai Selimpai ini merupakan daerah Taman Wisata Alam karena didiami oleh spesies endemik seperti penyu (penyu hijau, penyu sisik, penyu lekang dan penyu belimbing) dan terdapat juga hewan seperti bekantan, monyet ekor panjang dan lain sebagainya. Di sini peserta bukan hanya ditawarkan pertualangan tapi peserta diarahkan untuk melakukan   investigasi dan pendataan flora dan fauna yang bertujuan untuk penelitian.</p>
<p>8.	Penghijauan<br />
Yaitu merupakan rangkaian dari kegiatan TWKM XXII itu sendiri karena sudah merupakan program dari pelaksana TWKM XXII. Penghijauan dilakukan didaerah kakap kabupaten Kubu Raya. Pelaksanaanya tanggal 23 Oktober 2010</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Agenda by descender</title>
		<link>http://mapala.info/agenda/comment-page-1/#comment-9758</link>
		<dc:creator>descender</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Aug 2010 13:04:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=386#comment-9758</guid>
		<description>mapala gunadarma
senior n adik2 junior 
saya descender tidak dapat hadir di acara pengibaran sang saka merah putih di puncak gunung pangrango pada tanggal 17 08 2010
dikarenakan ada urusun keluarga mendadak</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mapala gunadarma<br />
senior n adik2 junior<br />
saya descender tidak dapat hadir di acara pengibaran sang saka merah putih di puncak gunung pangrango pada tanggal 17 08 2010<br />
dikarenakan ada urusun keluarga mendadak</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Ketetapan TWKM XXI by raji comodo kalteng</title>
		<link>http://mapala.info/ketetapan-twkm-xxi/comment-page-2/#comment-9736</link>
		<dc:creator>raji comodo kalteng</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Aug 2010 05:59:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://mapala.info/?page_id=394#comment-9736</guid>
		<description>SALAM LESTARII
SIAPA AJA YANG MAU IKUT BERSAMA COMODO BERPETUALANG MENUJU KEBARAT UNTUK TWKM 2010.DI TUNGGU DIMAPALA COMODO UNPAR KALTENG..KITA LEWAT DARAT BRU ASIK.....
KALAU MAU,,CALL AJA YAHHH BY RAJI.CP,085249018058</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>SALAM LESTARII<br />
SIAPA AJA YANG MAU IKUT BERSAMA COMODO BERPETUALANG MENUJU KEBARAT UNTUK TWKM 2010.DI TUNGGU DIMAPALA COMODO UNPAR KALTENG..KITA LEWAT DARAT BRU ASIK&#8230;..<br />
KALAU MAU,,CALL AJA YAHHH BY RAJI.CP,085249018058</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
